BPBD Minta Konsultan Pendamping Tak Persulit Pencairan Dana Rehap Rekon Pijay

BPBD Minta Konsultan Pendamping Tak Persulit Pencairan Dana Rehap Rekon Pijay

BERITAKINI.CO, Meureudu | Kepala BPBD Kabupaten Pidie Jaya, M Nasir, meminta konsultan manajemen pendamping rehap rekon tidak mempersulit proses pencairan dana pembangunan tahap kedua untuk korban gempa.

Tersendatnya penyaluran dana akan menghambat proses pembangunan kembali rumah rusak akibat gempa yang menguncang Kabupaten Pidie Jaya pada 7 Desember 2016 lalu.

Baca: Konsultan Pendamping Diduga Persulit Pencairan Dana Rehap Rekon Gempa Pijay

“Dana itu sepenuhnya diberikan kepada korban gempa. konsultan manajemen tidak memiliki hak untuk mempersulit proses pencairan dana pembangunan rehap rekon,” kata M Nasir, Rabu (3/10/2018).

Kata dia, konsultan manajemen merupakan perpanjangan tangan BPBD yang ditugaskan untuk melakukan pengawasan penggunaan bahan material dalam pembangunan, agar sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dan gambar yang telah disediakan.

“Konsultan tugasnya memantau rumah yang dibangun oleh masyarakat, apa material sudah sesuai atau belum. Kalau sudah benar, tugas Pokmas membuat rapat dan memanggil konsultan dan geuchik. Dan wajib dikeluarkan rekomendasinya, tidak boleh ditahan-tahan,” kata M Nasir.

Jika terdapat penerima mamfaat yang merubah bentuk atau tidak sesuai RAB dan gambar yang diberikan, kata dia, masyarakat harus membuat gambar sendiri dan menggunakan biaya pribadi.

Untuk itu, Ia meminta penerima mamfaat agar langsung menjumpai pihak BPBD jika dipersulit oleh pihak konsultan manajemen dengan membawa dokumen pencairan tahap selanjutnya.

“Kalau memang benar dipersulit, dokumen itu dibawah saja ke BPBD. Nanti bisa kami panggil konsultan untuk pengurusan. Tapi harus lengkap dokumenya,” kata M Nasir. | NURZAHRI

Rubrik

Komentar

Loading...