BNNP Aceh Ungkap Peredaran Narkotika, Dua Orang Ditangkap, 8,38 Kg Sabu dan 10 Ribu Butir Ekstasi Disita

BNNP Aceh Ungkap Peredaran Narkotika, Dua Orang Ditangkap, 8,38 Kg Sabu dan 10 Ribu Butir Ekstasi Disita

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh membongkar peredaran gelap narkotika dalam jumlah besar.

Dua orang ditangkap, 8,38 kg sabu dan 10.000 butir ekstasi disita.

Kepala BNNP Aceh Heru Pranoto mengatakan, kedua pelaku yang ditangkap masing-masing Ramli alias Muli (30) warga Gampong Meunasah Aron, Meuara Batu, Aceh Utara; dan Zulfahmi (29), warga Ulee Madon, Muara Batu, Aceh Utara.

Mereka ditangkap pada 18 dan 19 September 2020 lalu di dua lokasi terpisah.

Ramli ditangkap lebih dulu pada Jumat, 18 September 2020 setelah sehari sebelumnya dia berhasil meloloskan diri dari sergapan petugas.

"Sehari sebelumnya, tersangka R ini berhasil melarikan diri saat akan ditangkap petugas di Jalan Banda Aceh-Medan, Desa Seuneubok Barat, Kecamatan Idi Timur, Aceh Timur," kata Heru dalam konferensi pers, Selasa (12/10/2020).

Saat itu, pelaku meninggalkan sepeda motor jenis Yahama NMax yang sempat dikendarainya.

Petugas pun menggeledah sepeda motor tersebut dan mendapatkan delapan bungkus sabu (8,38 kg) dan enam bungkus (10.000 butir) ekstasi di bagian depan sepeda motor tersebut.

"Sehari kemudian, petugas mendapat informasi bahwa tersangka R ini berada di depan Rumah Sakut Umum Cut Mutia Lhokseumawe. Tim Anggrek dan Tim Melati BNNP Aceh bersama tim Polda Aceh pun melakukan penangkapan," kata Heru.

Berdasarkan pengakuan Ramli, sabu tersebut diperoleh dari Zulfahmi.

Petugas pun melakukan pengejaran di mana Zulfahmi dikabarkan berada di Medan, Sumatera Utara.

"Pada Sabtu, 19 September 2020, tersangka Z ini berhasil ditangkap saat dia berada di warung nasi di Jalan Hasanuddin, Medan Polonia, Kota Medan," kata Heru.

Dari Zulfahmi, petugas juga mengamankan satu Honda HRV.

Dari hasil pemeriksaan, kata Heru, Ramli berperan sebagai penjemput narkoba tersebut.

Sementara Zulfahmi adalah pengendali dan juga penghubung antara Ramli dengan TS, yang saat ini telah masuk dalam daftar pencarian orang.

Pelaku pun dikenakan Pasal 112 (2) Jo Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 115 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotikan dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Rubrik

Komentar

Loading...