BNN Pidie Sita Aset Milik Bandar 1 Kg Sabu asal Mila

BNN Pidie Sita Aset Milik Bandar 1 Kg Sabu asal Mila

BERITAKINI.CO, Sigli | Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pidie melakukan pengembangan atas kasus penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 1 Kg, dengan tersangka M (26) warga Kecamatan Mila.

Dalam bisnis narkoba tersebut, BNN mengungkap dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Tersangka diduga sudah membeli sejumlah aset dari hasil bisnis haram tersebut.

Baca: BNN Pidie Cokok Bandar Narkoba, 1 Kilogram Sabu Disita

"Ada yang sudah kita sita, seperti kwitansi pembelian ruko seharga Rp 300 juta atas nama M," kata Kepala BNNK Pidie, AKBP Werdha Susetyo kepada BERITAKINI.CO, Minggu (19/5/2019).

Untuk dugaan TPPU, kata Werdha, pihaknya masih harus menelusuri dan melakukan koordinasi dengan BNN Provinsi Aceh.

Meski sudah dilakukan penyitaan, pihaknya masih harus melakukan penelusuran pemilik sahnya, seperti sertifikat tanah atau dokumen-dukumen lainnya.

BNN, kata dia, belum bisa menyimpulkan bahwa barang bukti yang disita tersebut merupakan hasil dari aksi pencucian uang, karena saat ini baru pemeriksaan awal.

"Itu yang lagi kita telusuri, kalau seandainya benar dari hasil penjualan narkoba, nanti kita kenakan TPPU-nya," sambung Werdha.

Kasus ini bemula pada Kamis malam lalu, saat BNNK Pidie berhasil membekuk seorang bandar narkoba asal Kecamatan Mila dan mengamankan 1 kilogram sabu.

Sebelumnya petugas mendapat informasi bahwa akan masuk narkotika jenis sabu ke wilayah Mila, Kabupaten Pidie yang dipasok oleh jaringan Aceh-Sumut melalui jalur darat.

Awalnya tersangka terpantau berada di Beureunuen. Dia kemudian dijemput menggunakan sepeda motor oleh temannya bernama MZ alias Si Kop untuk perjalanan kembali ke Mila.

Dalam proses penyergapan di rumah pelaku di Gampong Tuha Lala, Mila, personil sempat kehilangan jejaknya. Tak patah arang, petugas melakukan penggeledahan di rumah kakak tersangka yang tak jauh dari rumahnya.

“Tersangka berhasil ditangkap, dan dari hasil penggeledahan di rumah kakaknya, kita berhasil amankan satu 1 kilogram sabu yang disembunyikan di belakang rumah dalam tumpukan sampah dan dibalut ikan asin,” kata Werdha.

Pelaku terancam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2019 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal seumur hidup dan maksimal hukuman mati.

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...