BNN Gagalkan Peredaran 24 Kg Sabu di Pidie Jaya

BNN Gagalkan Peredaran 24 Kg Sabu di Pidie Jaya

BERITAKINI.CO, Sigli | Badan Narkotika Nasional (BNN) dan BNNK Pidie menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu dalam jumlah besar.  Dalam opresi itu, petugas meringkus tiga orang tersangka dan menyita barang bukti sebanyak 24 bungkus sabu.

Kapala BNNK Pidie AKBP Werdha Susetyo kepada BERITAKINI.CO, Rabu (15/1/2020) mengatakan, pengungkapan peredaran barang haram itu dimulai sejak Oktober 2019 lalu.

Dalam proses penyelidikan saat itu, pihaknya mengamankan AS (43) warga Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya.

Ia diamankan di rumah istrinya di Gampong Keude Trienggadeng, Pidie Jaya.

Dari tangan AS, BNN mengamankan 24 bungkus sabu yang di simpan dalam karung di dapur rumahnya.

"Kami berhasil mengamankan 24 bungkus sabu, diduga berat total 24 kg, kita juga mengamankan Honda Vario milik AS," kata Werdha.

Dalam pengambangannya, BNN kembali mengamankan jaringan bandar sabu tersebut berinisial Y (28) warga Bandar Baru, Pidie Jaya.

Dia ditangkap di Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie saat hendak melarikan diri.

"Y kami amankan dalam mobil penumpang L300, saat dalam akan melirikan diri ke arah Medan," ujarnya.

Tidak berhenti di situ, BNN terus melakukan pengembangan kasus kepemilikan dan peredaran sabu-sabu tersebut.

Dari pengakuan para tersangka, BNN kembali meringkus R (43) warga Samtalira Bayu, Aceh Utara.

Ia dibekuk saat berada di salah satu warung di Keude Kecamatan Samtalira Bayu, Aceh Utara.

"Jadi peran mereka berbeda-beda dalam kasus kepemilikan sabu 24 paket sabu tersebut," paparnya.

Dalam proses penyidikan, diketahui batang haram tersebut dipasok ke Pidie Jaya lewat jalur laut melalui Pante Kuthang, Trienggadeng, Pidie Jaya.

Barang sabu tersebut kemudian disimpan oleh AS di rumahnya.

"Selain untuk dipasarkan di Aceh, sabu tersebut rencananya juga akan dipasarkan keluar Aceh," sambung Werdha.

Kini kasus sabu tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Meureudu, Pidie Jaya.

Pihaknya juga sudah menyerahkan tiga tersangka, serta barang bukti sabu dan sepeda motor setelah pihak kejaksaan menyarakan berkas perjara tersebut lengkap.

"Berkas tersebut sudah P21, hari ini kita serahkan berkas, tersangka serta barang bukti kepada Kejari Meureudu," lanjut Werdha.

Para tersangka dibidik dengan Pasal 112-114 Undang-Undang Narkotika ayat 2 dengan ancaman hukum minimal 5 tahun dan maksimal hukuman mati.

Selain itu, penyidik BNN sedang menelusuri dugaan keterlibatan para tersangka dengan tidak pidana pencucian uang.

"Sementara kita susah menyita buku tabungan dan ATM, dua buah mobil mini bus dan masih menelusuri keterkaitan dengan tindak pidana pencucian uang," papar Werdha.

Rubrik

Komentar

Loading...