BNN Masih Buru Jaringan Ibrahim Hongkong di Aceh

BNN Masih Buru Jaringan Ibrahim Hongkong di Aceh

BERITAKINI.CO, Meureudu | Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh terus memburu jaringan narkoba mantan anggota DPRD Langkat, Ibrahim Hongkong, di Aceh.

“Kita terus melakukan pengembangan,” kata Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser pada BERITAKINI.CO, Rabu (14/11/2018) di Pidie Jaya.

Diketahui, beberapa waktu lalu BNN bekerja sama dengan Bea Cukai dan TNI AL kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika sindikat internasional di Perairan Langsa.

Total empat tersangka ditangkap dengan barang bukti berupa 38 kilogram narkotika jenis sabu dan 30 ribu butir ekstasi, sementara satu orang meninggal dunia setelah ditindak tegas karena berusaha melawan.

Baca: Pengembangan Kasus Ibrahim Hongkong, BNN Gagalkan Penyelundupan Narkotika di Perairan Langsa

Tersangka tewas bernama Burhanuddin. Ia merupakan target dari DPO BNN atas perkara tindak pidana narkotika di Pangkalan Susu Sumatera Utara yang menyeret Anggota DPRD Langkat, Ibrahim Hasan sebagai tersangka.

“Sampai saat ini sudah tiga orang yang kita tangkap (jaringan Ibrahim Hongkong-red), dan masih ada penambahan,” kata Faisal.

Faisai mengatakan, dalam mananggulangi maraknya peredaran narkotika di Aceh melalui jaringan gembong Ibrahim Hongkong, pihaknya tidak segan untuk bertindak tegas.

“Saya tidak pernah mengurangi kadar saya. Kalau ada barang bukti, ada pelakunya, dan sesuai SOP, saya tembak. Selama saya menjabat, jumlah bandar narkoba yang ditembak karena melawan sebanyak dua orang, belum lagi dari BNN pusat,” kata Faisal.

Lebih lanjut dikatakan, narkoba yang beredar di seluruh Indonesia khususnya Provinsi Aceh, merupakan barang dari luar Negeri.

“Pengakuan dari mereka (bandar yang ditangkap) itu ada dari Malaysia, China, dan dari Taiwan. Dan yang kita dapat kemarin itu dari Taiwan,” kata Faisal.

Rubrik

Komentar

Loading...