BKSDA Aceh Diminta Segera Turun Atasi Ancaman Gajah Liar di Geumpang

BKSDA Aceh Diminta Segera Turun Atasi Ancaman Gajah Liar di Geumpang
Gajah liar di pemukiman warga Gampong Leupu, Geumpang, Pidie | Foto: Ist

BERITAKINI.CO, Sigli | Masyarakat Leupu, Kecamatan Gaumpang, Pidie sudah sangat resah dengan keberadaan kawanan gajah liar di pemukiman mereka sejak sebulan terakhir.

Mereka pun meminta BKSDA Aceh segera turun tangan membantu masyarakat menghalau kawanan gajah liar itu.

Baca: Kawanan Gajah Liar Masuk ke Perkampungan di Pidie, Warga Kucar-kacir

Geuchik Leupu Muhammad Isa mengatakan, masyarakat setempat saat ini telah mengaktifkan ronda malam di pos perbatasan. Hal itu dilakukan agar gajah-gajah liar tersebut tidak mengganggu masyarakat yang beristirahat.

"Kami bagi shift ronda malam hari," kata Muhammad Isa pada BERITAKINI.CO, Selasa (6/11/2018).

Ia menambahkan, sejak dua santri balai pengajian Madinatul Muhajirin pingsan karena terkejut melihat kawanan gajah liar dua hari lalu, pihaknya sudah sepakat dengan pimpinan balai pengajian agar jadwal pengajian malam ditiadakan sementara waktu.

Warga desa juga diminta untuk mengurangi aktivitas malam hari untuk menghindari jatuhnya korban amukan gajah.

"Tadi malam saja ada warga dihadang gajah saat pulang dari tempat saya untuk mengambil petasan (untuk mengusir gajah)," ujarnya.

Upaya penggiringan secara tradisional telah dilakukan masyarakat setepat agar satwa dilindungi itu mejauh dari pemukiman.

Namun, kawanan gajah liar tersebut kembali lagi saat malam hari untuk mencari makan.

"Setelah tanaman di perkebunan habis, mereka masuk perkampungan. Kini keberadaan gajah-gajah tersebut hanya sekitar 20 meter dan malam hari bahkan berada di perkarangan rumah," ujar Muhammad Isa.

"Kami berharap secepatnya ditangani BKSDA.”

Komentar

Loading...