BKSDA Aceh Berencana Evakuasi Gajah dengan Helikopter

BKSDA Aceh Berencana Evakuasi Gajah dengan Helikopter
Foto : RRI.co.id

Banda Aceh - Konflik antara gajah dengan manusia masih terus terjadi di tiga kecamatan yang berada di Kota Subulussalam, Provinsi Aceh.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, tengah mencari cara untuk mencegah terjadinya konflik yang semakin parah. Karena disamping mengancam keselamatan masyarakat, juga bisa membahayakan keselamatan gajah yang merupakan hewan dilindungi.

Salah satu opsi yang akan dilakukan oleh BKSDA bersama stakeholder terkait adalah dengan memindahkan gajah tersebut ke habitatnya lewat jalur udara yang berjarak sekitar 45 kilometer, gajah tersebut direncanakan akan dievakuasi dengan menggunakan helikopter dari Kota Subulussalam ke Kabupaten Aceh Selatan. 

Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo mengatakan, butuh biaya besar dalam penanggulangan konflik gajah di Subulussalam.

"Memang dengan jalur udara sangat memungkinkan, namun biayanya yang tidak sedikit, sehingga kita harus menggandeng semua pihak dalam operasi ini untuk penyelamatan gajah di Subulussalam," kata Sapto di Banda Aceh, Kamis (4/10/2018). 

Menurutnya, selain melakukan evakuasi gajah dengan helikopter, pihaknya juga merencanakan akan membuat barrier sepanjang lima kilometer lebih, dan itu juga membutuhkan biaya yang besar. 

"Kurang lebih membutuhkan anggaran sekitar Rp 1 Milliar, karena barrier ini juga bersifat jangka panjang untuk menghalau gajah agar tidak mendekati pemukiman warga," ujarnya. 

Sapto mengungkapkan, konflik satwa yang terjadi di Subulussalam sudah berlangsung sejak lama.

"Pada tahun 2010 terpantau ada 8 ekor gajah yang berada di dekat dengan pemukiman warga. Pada tahun 2016 terpantau sudah 2 ekor. Dan kondisi terkini pada tahun 2018, sudah terpantau satu ekor, yang sebelumnya ada dua ekor bersama anaknya, kini hanya tinggal induknya saja," ungkapnya. 

"Jadi kita belum bisa memastikan kapan akan kita lakukan proses evakuasi, namun pertimbangannya kita juga memperhatikan keselamatan gajah dan setelah dilepas nanti dapat berkembang biak di habitatnya yang baru," pungkas Sapto. 

Rubrik
Sumber
RRI.CO.ID

Komentar

Loading...