Bimtek Ribuan Aparatur Desa ke Medan Dinilai Bentuk Ketidakseriusan Pemkab Cegah Penyebaran Covid-19

Bimtek Ribuan Aparatur Desa ke Medan Dinilai Bentuk Ketidakseriusan Pemkab Cegah Penyebaran Covid-19
Aparatur desa dari Aceh Tenggara di salah satu hotel berbintang di Medan, Sumatera Utara

BERITAKINI.CO, Kutacane | Pemilihan hotel berbintang di Kota Medan, Sumatera Utara sebagai tempat ribuan aparatur desa dari Aceh Tenggara mengikuti pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek), dinilai sebagai bentuk ketidakkonsistenan Pemerintah Aceh Tenggara terhadap upaya pencegahan pandemi Covid-19.

Anggota Badan Pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Amel mengatakan, Kota Medan termasuk daerah dengan tingkat resiko penularan Covid-19 yang relatif tinggi.

Sejauh ini, daerah itu telah mencatat sebanyak 6.307 kasus konfirmasi positif, di mana sebanyak 278 di antaranya meninggal dunia.

"Pada prinsipnya pelaksanaan bimtek ini perlu didukung, tapi yang sangat disesali adalah kenapa kegiatannya dilaksanakan di luar daerah, di tengah situasi pandemi Covid-19," kata Amel, Sabtu (17/10/2020).

"Secara tidak langsung telah membuktikan bahwa Pemkab Aceh Tenggar tak konsisten terhadap upaya pencegahan dan pemutusan rantai penyebaran Covid-19."

Apalagi, jumlah perangkat desa yang ikut bimtek cukup fantastis, di mana satu gelombang menghadirkan sekitar 440 orang, atau sebanyak 1.320 orang untuk tiga gelombang dari 330 desa.

Adapun estimasi anggaran yang dihabiskan per desa Rp 23 juta sehingga total mencapai Rp 7,5 miliar. Masing-masing desa dilaporkan mengirim empat aparaturnya.

Jika bimtek dilaksanakan di Kutacane, kata Amel, tentu banyak dampak positif yang akan diperoleh mulai dari efisiensi penggunaan anggaran, hingga pencegahan Covid-19.

"Bahkan perputaran ekonomi juga dirasakan masyarakat di Aceh Tenggara," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, MaTA mendesak kepada Pemkab Aceh Tenggara untuk dapat konsisten terhadap upaya pencegahan virus corona yang telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah.

Demikian juga dengan pelaksanaan bimtek yang sedang berlangsung ini, diminta pihak Inspektorat agar nantinya melakukan audit secara menyeluruh terkait alokasi anggaran bimtek tersebut.

"Apalagi anggarannya cukup besar hingga mencapai Rp 7,5 miliar," ujarnya.

"Hal itu untuk memastikan bahwa proses perencanaan, pelaksanaan sampai dengan pertanggungjawaban nantinyabenar-benar dilakukan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku," ungkap Amel.

Informasi diterima BERITAKINI.CO, bimbingan teknis itu resmi dibuka tadi pagi oleh Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim berlangsung di Hotel Santika Premiere Dyandra.

Sesuai jadwal kegiatan tersebut dilaksanakan dalam tiga gelombang di Medan mulai sejak 16 hingga 27 Oktober 2020.

Rubrik

Komentar

Loading...