Berpuluh Tahun Warga Pidie Konsumsi Air Hujan

Berpuluh Tahun Warga Pidie Konsumsi Air Hujan
Cara warga Gampong Pulo Bungong memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan konsumsi

BERITAKINI.CO, Sigli | Di saat sebagian masyarakat Pidie dihantui bencana banjir akibat intensitas hujan yang tinggi, warga Gampong Pulo Bungong, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie justru menilainya sebagai berkah.

Dengan hujan dengan identitas tinggi mengguyur wilayah itu, bisa menambah pasokan air untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga mereka. 

Geuchiek Gampong Pulo Bungong, M Jafar kepada BERITAKINI.CO, Minggu (6/6/2021) menuturkan, sejak tahun 1980-an, Gampong Pulo Bungong dan beberapa desa di Kemukiman Bintang Hu, Kecamatan Batee sudah kesulitan mendapatkan air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. 

Terutama untuk air minum, masak dan kebutuhan lainnya. Sementara untuk mandi dan mencuci pakaian, warga masih bisa memanfaatkan air sumur bor peninggalan zaman dulu yang dibangun di sekitar lokasi.

"Upaya sudah dilakukan, dua kali kami coba lakukan pengeboran hingga kedalaman 90 meter dengan memanfaatkan dana desa (DD), namun masih belum mencapai air bersih," kata M Jafar. 

Sejak berpuluh tahun pula, musim penghujan menjadi berkah bagi 196 kepala keluarga (KK) di daerah itu. Air hujan yang turun digunakan sebagai alternatif bagi warga untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Warga bisa menampung air yang turun melalui atap rumah dan kemudian dialiri ketempat penampungan yang sudah disiapkan sebagai persediaan air bersih. 

"Air hujan yang kami tampung itu bisa digunakan untuk minum, karena memang tidak ada air bersih," ujar M Jafar. 

Jika musim kemarau tiba, ratusan kepala keluarga terpaksa memberli air bersih seharga Rp 6 ribu per jerigen ukuran 35 liter untuk satu hari pemakaian. 

Jika ada memiliki biaya, alternatif lain yang bisa dilakukukan warga yakni dengan mencari air kampung tetangga, karena biasanya beberapa sumur warga di Gampong Geunteng Barat air bisa didapatkan dengan cuma-Cuma.

"Jika musim kemarau, warga di sini pergi ke Pasi (Geunteng Barat) untuk mencari air bersih, mungkin ada beberapa sumur warga di daerah itu yang kelebihan air, tapi saat mulai sulit juga," timpanya. 

Tidak hanya Gampong Pulo Bungong, warga di beberapa gampong di Kemukiman Bintang Hu juga kesulitan mendapatkan air bersih, meliputi Gampong Bintang Hu, Dayah Baroh, Dayah Tuha dan Geunteng Timu. 

Sementara dua gampong lain di kemukiman terebut masih memiliki sumber air bersih, seperti Gampong Genteng Timu, masih memiliki air bersih dari beberapa sumur warga, sementara Gampong Pulo Tukok mengandalkan sumur bor. 

"Secara umum, masyarakat Kemukiman Bintang Hu sangat kekurangan sumber air bersih dan perlu sentuhan tangan pemerintah," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...