Berkas Sudah Lengkap, Munarman Segera Disidang Soal Kasus Terorisme

Berkas Sudah Lengkap, Munarman Segera Disidang Soal Kasus Terorisme

Jakarta | Berkas tersangka kasus terorisme Munarman dinyatakan sudah lengkap alias P21 oleh Kejaksaan. Hal ini menjadi indikasi mantan Sekretaris Jenderal FPI itu akan segera menjalani persidangan. 

"Hasil penyidikan perkara pidana atas nama Munarman tentang pemberantasan tindak pidana terorisme sudah lengkap," demikian surat pemberitahuan dari Kejaksaan Agung (Kejagung) yang beredar, Senin, 4 Oktober 2021. 

Surat pemberitahuan itu ditujukan kepada Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Kejagung meminta penyidik Densus 88 segera menyerahkan tanggung jawab tersangka dan barang bukti, sesuai Pasal 8 ayat 3b, Pasal 138 ayat 1 dan Pasal 139 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

"Guna menentukan apakah perkara tersebut sudah memenuhi persyaratan untuk dapat atau tidak dilimpahkan ke pengadilan," bunyi surat tertanggal 1 Oktober 2021 itu. 

Dalam surat yang ditandatangani oleh Jaksa Utama Madya pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Direktur Tidak Pidana Terorisme dan Lintas Negara itu, berkas perkara tahap 1 dilimpahkan penyidik Densus ke Kejagung pada 7 Juni 2021. Kemudian JPU menyatakan berkas lengkap setelah menerima kelengkapan berkas perkara pada 20 September 2021. 

Kabag Penum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan telah membenarkan surat itu. Ia mengatakan berkas Munarman sudah P21 dan siap disidangkan. 

Namun, Ramadhan belum dapat memastikan waktu penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejagung. "Tapi penyerahan tersangka segera dilakukan," ujar Ramadhan.

Sebelumnya, Munarman diringkus di rumahnya yang ada di Perumahan Modern Hills, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Selasa, 27 April 2021. Munarman ditangkap buntut dugaan keterlibatan dalam pembaiatan di beberapa lokasi. Pertama, pembaiatan di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. 

Munarman juga dituduh melakukan pembaitan di Makassar dan Medan. Polisi menyebut pembaiatan di Makassar terafiliasi dengan jaringan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS). Terakhir, Densus 88 menggeledah bekas kantor sekretariat FPI. Sejumlah bahan baku peledak di sita, salah satunya Triaseton Triperoksida (TATP) atau zat kimia berdaya ledak tinggi.

Rubrik
Sumber
Tempo.co

Komentar

Loading...