Beringas, Kakek 78 Tahun Diduga Perkosa Empat Bocah di Montasik

Beringas, Kakek 78 Tahun Diduga Perkosa Empat Bocah di Montasik

BERITAKINI.CO, Jantho | Di usianya yang sudah menginjak 78 tahun, tak lantas membuat M Nur memperbanyak perbuatan baik dan juga ibadah.

Warga salah satu desa di Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar ini malah diduga melakukan perbuatan haram. M Nur, diduga telah memperkosa sedikitnya empat bocah yang merupakan tetangganya.

Dia pun kini harus meringkuk di balik sel tahanan Kejaksaan Negeri Aceh Besar, untuk menjalani proses hukum mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kemarin, M Nur menjalani sidang perdana di Mahkamah Syar'iyah Jantho.

Berdasarkan dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Besar, Muhadir, perbuatan sang kakek dilancarkan pada 31 Juli dan 3 Agustus 2020 lalu.

Saat itu, M Nur melihat sedikitnya tiga bocah yang bermain di pekarangan rumahnya. Bocah-bocah itu masing-masing berusia, tiga tahun, lima tahun, dan satu lainnya berusia tujuh tahun.

Ketiga bocah tersebut kemudian datang menghampiri M Nur untuk meminta air minum.

Diduga karena melihat kesempatan itu, M Nur langsung menarik tangan mereka, dan merebahkan salah satunya di sebuah risban (semacam tempat tidur) yang ada di depan rumahnya tersebut.

Di sana, M Nur melancarkan aksi cabulnya. Dia membuka celana korban dan menggerayangi alat vitalnya. Tak berhenti di situ, M Nur pun disebut memperkosa korban.

Selesai dengan bocah yang pertama, dia kemudian menarik satu bocah lainnya dan melakukan hal yang sama. Begitu juga dengan satu bocah lainnya.

Setelah itu, ketiganya diminta meninggalkan kediaman M Nur. Dia juga mewanti-wanti ketiga bocah tersebut agar tak mengatakan perbuatannya itu kepada siapapun.

Lalu pada 3 Agusuts 2020, giliran satu bocah lainnya yang menjadi korban. Bocah yang sedang bermain di pekarangan rumah M NUr tersebut, juga mengalami perbuatan yang sama.

Atas perbuatannya itu, kini M Nur pun dihadapkan dengan ancaman hukum yang belum tentu bisa ditanggung oleh orang seusianya.

Jaksa menjeratnya dengan Pasal 50 jo Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat.

Pasal 50 qanun tersebut mengatur di antaranya hukum cambuk sebanyak 200 kali atau denda 1.500 gram emas murni, atau paling lama 200 bulan penjara.

Sementara Pasal 47 qanun tersebut mengatur hukuman cambuk sebanyak 90 kali, atau 900 gram emas murni, atau penjara paling lama 90 bulan.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...