Beredar Info Petani Buang Bibit Bantuan di Bener Meriah, Rekanan: Itu Bohong!

Beredar Info Petani Buang Bibit Bantuan di Bener Meriah, Rekanan: Itu Bohong!
Elvan ST, rekanan pelaksana

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Rekanan pelaksana pengadaan bibit kopi untuk peremajaan kawasan perkebunan di Bener Meriah, CV Buyung Perkasa mengaku perihatin dengan pemberitaan yang menyebutkan kelompok tani penerima manfaat membuang bibit bantuan yang disalurkan.

Hal ini disampaikan Elvan ST, selaku rekanan pelaksana pada BERITAKINI.CO, Rabu (3/10/2018) di Banda Aceh.

"Informasi ini tidak benar, bahkan bisa dikatakan bohong. Kami sudah verifikasi langsung ke Bener Meriah, menjumpai kelompok tani penerima manfaat, mereka sendiri membantah pemberitaan yang berkembang bahwa petani membuang 70 persen bibit yang disalurkan," kata Elvan.

Ia mengungkapkan bahwa bibit yang disalurkan sudah melalui proses sesuai ketentuan-ketentuan yang ada.

"Kami memesan bibit kopi ini pada produsen atau penangkar bibit kopi lokal yang telah memiliki izin resmi sebagai produsen yang berdomisili di Aceh Tengah, jadi bukan dari Binjai atau daerah lainnya," katanya.

Produsen tersebut, kata Elvan, sekaligus sebagai pemberi jaminan suplai pada saat proses pelelangan beberapa waktu lalu.

"Bibit kopi yang kami salurkan tersebut merupakan varietas Arabika Gayo I dan telah disertifikasi oleh UPTD BBPMP Distanbun Aceh, sudah berlabel biru," katanya.

Sertifikasi dilakukan untuk memastikan spesifikasi bibit layak atau tidak disalurkan kepada kelompok tani, khususnya kelompok tani yang sudah ditetapkan sebagai penerima.

Itulah sebabnya, kata Elvan, sebagai rekanan pelaksana pengadaan, pihaknya menyatakan dengan tegas bahwa bibit yang disalurkan telah memenuhi spesifikasi teknis dan telah melalui proses teknis yang ada.

Meski begitu, kata Elvan, saat serahterima bibit beberapa waktu lalu, pihaknya juga meminta kelompok tani untuk melaporkan jika menemukan bibit yang rusak atau tidak layak tanam akibat proses pengangkutan.

"Hal itu sudah kita lakukan di lapangan untuk menggantikan bibit rusak akibat pengangkutan," katanya.

Karena itu, kata Elvan, pihaknya merasa kecewa atas pemberitaan yang berkembang tersebut. "Kami membantah dan menyesalkan adanya pemberitaan yang tidak berimbang dan terkesan menyudutkan perusahaan kami," katanya.

Elvan juga mengungkapkan, sejak berkembang berita itu pihaknya bersama dengan petugas teknis, Kabid di Distanbun Aceh, kepala BPP Bener Meriah, dan PPTK pengadaan bibit tersebut, langsung menuju Kabupaten Bener Meriah untuk memastikan kebenaran informasi itu.

"Tapi kami tidak menemukan adanya kebenaran informasi dari pemberitaan itu. Para kelompok tani bahkan membuat pernyataan bahwa informasi yang berkembang itu tidak benar. Mereka justru berterima kasih dengan bantuan bibit dari pemerintah tersebut," kata Elvan.

"Kami sendiri juga tidak ingin menyalurkan bibit kopi yang tidak sesuai spesifikasi sehingga tidak bisa dimanfaatkan oleh penerima. Kami punya beban moral untuk itu, selaku pelaksana. Bila memang ada bibit kopi yang rusak, layu, atau tidak sesuai spesifikasi, kami siap mengganti dengan bibit baru," katanya.

Informasi yang dihimpun BERITAKINI.CO, sebelumnya beredar foto selembar surat berisi penolakan dari salah satu pengurus Kelompok Tani Ketier bernama Dailami. Kelompok Tani Ketier merupakan salah satu dari sembilan kelompok tani penerima manfaat.

Dalam selembar surat yang ditulis tangan, Dailami menyatakan menolak menanam bibit bantuan tersebut karena kualitasnya sangat tidak bagus sehingga merugikan petani jika ditanam.

Sementara Elvan juga merasa aneh atas munculnya penolakan tersebut. 

Terutama karena saat serah terima, Kelompok Tani Ketier justru telah menandatangani berita acara penerimaan bibit tersebut. Menurut Elvan, bibit tersebut diterima oleh semua anggota Kelompok Tani Ketier.

Rubrik

Komentar

Loading...