Berbiaya Miliaran Rupiah, Proyek DOKA 2018 di Singkil Terkesan Asal Jadi

Berbiaya Miliaran Rupiah, Proyek DOKA 2018 di Singkil Terkesan Asal Jadi

BERITAKINI.CO, Singkil | Pengerjaan proyek pembangunan jembatan di Desa Kilangan, Kecamatan Singkil, mendapat sorotan dari dewan dan warga di wilayah tersebut.

Pasalnya, proyek multiyear berbiaya miliaran rupiah yang menggunakan uang negara itu terkesan dikerjakan asal jadi dan diduga kuat tidak sesuai spesifikasi.

Hal itu diketahui saat perwakilan warga dari dua kecamatan di Aceh Singkil bersama anggota DPRK, dan kadis PUPR Aceh Singkil, turun langsung melihat kondisi pilar dan abutment jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kilangan dengan Kecamatan Kuala Baru dan Desa Buloh Sema, Kecamatan Trumong, Aceh Selatan, itu.

Dalam tinjauan itu, ditemukan beberapa bagian proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus Aceh (DOKA) 2018 mulai ambruk dan retak. Padahal, proyek itu baru saja rampung dikerjakan.

“Kondisi di lapangan, banyak terlihat lubang dan bangunan kosong serta mudah dikorek dengan kayu,” kata Anggota DPRK Aceh Singkil dari Komisi III, Ir Azmi, Rabu (13/2/2019).

Dari laporan masyarakat yang diterima, kata dia, proses pengecoran pilar dan abutment itu dikerjakan tengah malam.

"Pengadukan semen bukan dengan molen, namun menggunakan alat berat (beko) dan dilakukan di atas lumpur," kata Azmi.

Ia menilai, rekanan proyek tidak memikirkan kualitas atau mutu pilar dan abutmen jembatan tersebut.

Warga dari dua kecamatan di Aceh Singkil juga memprotes pembangunan proyek tersebut. Menurut warga, jika dilanjutkan, dikhawatirkan kondisi jembatan tidak akan kokoh dan mengancam keselamatan pengguna.

“Kami berharap agar pilar jembatan itu dibongkar dan diperbaiki sesuai dengan RAB (rencana anggaran biaya), sehingga tidak membahayakan pengguna jalan di belakang hari hari,” kata Sarbaini Agam, salah satu warga Kecamatan Kuala Baru.

Dilihat BERITAKINI.CO di laman LPSE, proyek tersebut bernama "Pembangunan Jembatan Kilangan Ruas Jalan Trumon Batas Singkil Tahap IV" dengan nilai kontrak Rp 11,9 miliar. Proyek milik Dinas PUPR Aceh itu dikerjakan oleh PT Rekayasa.

Terpisah, Wakil Bupati Aceh Singkil Sazali, saat dikonfirmasi BERITAKINI.CO membenarkan jika masyarakat memprotes pembangunan proyek tersebut.

"Ya benar masyarakat ada mendatangi kita dan menyayangkan mutu pekerjaan itu. Mereka juga meminta agar kontraktor atau rekanan bertanggung jawab. Karena pekerjaan tersebut dari provinsi, saya sudah meminta Kadis PUPR Aceh Singkil Ir Muzni untuk menghubungi langsung Dinas PUPR Provinsi Aceh dan meminta pihak terkait untuk bertanggungjawab,” kata Sazali.

Rubrik

Komentar

Loading...