Beraksi di Banda Aceh dan Aceh Besar, Komplotan Ini Sikat Belasan Sepeda Motor

Beraksi di Banda Aceh dan Aceh Besar, Komplotan Ini Sikat Belasan Sepeda Motor

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Polisi menangkap tiga orang yang merupakan komplotan pencuri spesialis sepeda motor dan kerap beroperasi di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Ketiga pelaku tersebut masing-masing, WSA (35), warga Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar; YOP (20) warga Peulanggahan, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh; dan MIB (18) warga Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

Kasatreskrim Polres Banda Aceh Muhammad Ryan Citra Yudha mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan kehilangan sepeda motor di Darul Kamal, Kabupaten Aceh Besar pada Minggu, 21 Januari 2021.

"Awalnya keponakan dari korban meminjamkan sepeda motor Honda Scoopy kepada salah satu pelaku. Tak lama, pelaku mengembalikan dengan memarkirkan sepeda motor tersebut di halaman rumahnya," kata Ryan, Kamis (4/1/2021).

Tapi selang beberapa saat, pelaku kembali menghubungi korban untuk menanyakan kunci sepeda motor ditaruh di mana.

"Dijawab korban kunci masih berada di motor. Karena kuncinya masih di motor, dengan mudah pelaku langsung melancarkan aksinya," ujar Ryan.

Ketika korban mengecek keberadaan motornya, ternyata telah hilang.

Korban pun melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Setelah mendapatkan laporan, polisi langsung melakukan penyidikan.

Pada 29 Januari 2021, pelaku berhasil ditangkap beserta dengan barang bukti satu Honda Scoopy.

"Sewaktu itu kita mengetahui keberadaannya, awalnya kita menangkap WSA dan YOP, setelah dikembangkan akhirnya kita dapatkan satu tersangka lagi yaitu MIB," ujar Ryan.

Dari hasil pemeriksaan, kata Ryan, tiga orang tersebut ternyata pencuri spesialis sepeda motor dan becak.

Mereka telah beraksi di 17 lokasi berbeda dalam beberapa waktu terakhir.

"Mereka bukan hanya mencuri satu motor saja, tapi banyak motor yang sudah diambil, bahkan saat ini yang kita amankan sebanyak 15 motor curian, sebahagianya adalah becak," katanya.

Modus yang dilakukan, kata Ryan, dengan memanfaatkan kelengahan dari korban yang memarkirkan motornya di suatu tempat yang sudah ditargetkan.

"Motor yang diambil semuanya memanfaatkan kelengahan korban, jika korban memarkirkan motor tidak mengunci stang, maka motor tersebut akan menjadi target curianya," ujarnya.

Ryan mengungkapkan, sebagian dari hasil curiannya dijual murah atau Rp 500 hingga 700 ribu.

Rubrik

Komentar

Loading...