Bentrok Massa Pendukung di Aceh Timur Berakhir Damai

Bentrok Massa Pendukung di Aceh Timur Berakhir Damai

BERITAKINI.CO | Aparat Polri dibantu personil TNI di Aceh Timur dilaporkan berhasil mengendalikan situasi kamtibmas di kabupaten tersebut. Situasi yang sempat panas lantaran aksi saling serang dua kubu pasangan calon kepala daerah setempat sejak kemarin, berakhir dengan damai dan kekeluargaan, Senin (2/1/2017).

Dandim Aceh Timur Letkol Inf Amril Isya Siregar mengatakan, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan dengan perdamaian. “Kerusakan/kerugian yang timbul akibat kerusuhan ditanggung oleh masing-masing pihak. Kedua paslon sepakat dan bertanggung jawab menjaga kedamaian pilkada ke depan,” kata Amril Isya saat dikonfirmasi BERIKTAINI.CO, ke telepon selulernya, Senin (2/1/2017).

Sebelumnya, kata Amril, aparat keamanan berhasil mengamankan ratusan simpatisan Partai Aceh yang diduga sedang melancarkan aksi pengrusakan alat peraga milik pasangan Calon Bupati Aceh Timur Nektu-Polem, pada Senin (2/1/2017) sekita pukul 3.00 WIB. Aksi ini sebagai buntut dari aksi-aksi sebelumnya sejak pagi kemarin.

Kapolres Atim AKBP Rudi Purwantiyo bersama Dandim 0104 Aceh Timur Letkol Inf Amril Isya Siregar langsung terjun ke lapangan untuk meredam aksi-aksi balasan.

Baca: Inikah Pangkal Persoalan Penyerangan Posko Partai Aceh di Teupin Nyaring?

Hasilnya, 106 pendukung Partai Aceh diamankan di Mapolres Aceh Timur. Informasi yang diterima BERITAKINI.CO, saat ini massa pendukung tersebut telah kembali ke rumah masing-masing atas jaminan dari Calon Bupati Aceh Timur Hasballah HM Thaib.

Media ini mendapat satu salinan surat perjanjian penjamin itu. Dalam surat pernyataan penjamin itu, Hasballah bersedia bertanggungjawab apabila terjadi kembali aksi pengrusakan yang dilakukan oleh pendukungnnya.(*)

Rubrik

Komentar

Loading...