Belum Satu pun Parpol Usulkan Pembentukan Fraksi di DPRK Pidie

Belum Satu pun Parpol Usulkan Pembentukan Fraksi di DPRK Pidie

BERITAKINI.CO, Sigli | Hampir tiga pekan usai pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, partai politik (parpol) peraih kursi di legislatif belum juga mengusulkan pembentukan fraksi-fraksi.

Meski sesungguhnya pembentukan fraksi sangat penting, sebelum DPRK membentuk alat kelengkapan dewan sebagai unit-unit kerja para wakil rakyat.

Sementara beberapa agenda mendesak telah menanti di antaranya pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2020.

Ketua DPRK Pidie sementara Jailani M Yacob yang dikonfirmasi BERITAKINI.CO mengaku sudah mengirim surat kepada sejumlah parpol peraih kursi di DPRK Pidie agar mengusulkan pembentukan fraksi.

Namun hingga Rabu (11/9/2019) belum ada satupun parpol yang merespon surat permintaan pengusulan fraksi tersebut.

Bahkan rencananya, pihak sekretaris dewan akan kembali menyurati parpol agar segera membentuk fraksi dan menyerahkan kepada pimpinan agar bisa dibawa ke paripurna.

"Sampai hari ini belum ada parpol yang mengusulkan fraksi. Ini sedang kita siapkan kembali surat dengan menyertakan batas waktu," ujarnya.

Informasi yang diperoleh BERITAKINI.CO, parpol bisa membentuk satu fraksi utuh minimal jika memperoleh 5 kursi.

Dengan begitu, berdasarkan perolehan kursi DPRK, Partai Aceh, Golkar, Gerindra, Demokrat dan Partai Daerah Aceh, masing-masing bisa membentuk satu fraksi.

Sementara sejumlah parpol sisanya, bisa memilih untuk membentuk fraksi gabungan, atau bergabung dengan fraksi yang ada.

Jailani menambahkan, meski belum ada parpol yang mengusulkan pembentukan fraksi, pihaknya yakin pembahasan KUA-PPAS dan APBK Pidie tahun anggaran 2020 akan selesai sebelum bulan Desembar 2019 mandatang.

Untuk itu, Jailani meminta eksekutif agar mempersiapkan draf rancangan KUA-PPAS 2020, sehingga setelah fraksi dan kelengkapan dewan terbentuk, pihaknya bisa langsung melanjutkan sidang pembahasan.

"Jatahnya kan dibahas paa Juli, tapi kemarin kan tida mungkin karena ada pembahasan APBK-P 2019, jadi selesai fraksi, banggar dan sejumlah kelengkapan dewan terbentuk, kita bisa langsung lanjutkan pembahasan," katanya.

Rubrik
Pemprov Aceh

Komentar

Loading...