Belum Masuk DPT, 1.989 Penduduk Pidie Jaya Terancam Tak Bisa Nyoblos

Belum Masuk DPT, 1.989 Penduduk Pidie Jaya Terancam Tak Bisa Nyoblos
Kepala Dinas Disdukcapil Kabupaten Pidie Jaya, Helmi

BERITAKINI.CO, Meureudu | Sebanyak 1.989 penduduk Kabupaten Pidie Jaya terancam tidak dapat menggunakan hak suara pada Pemilu 2019.

Data tersebut merujuk pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dikeluarkan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya. DPT KIP Pidie Jaya hanya mencatat sebanyak 108.896 pemilih.

Sementara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pidie Jaya mencatat bahwa data masyarakat yang telah wajib memiliki KTP sebanyak 110.855 jiwa dari total penduduk sebanyak 157.942 jiwa.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pidie Jaya, Helmi mengakui bahwa terdapat selisih sebanyak 1.989 jiwa antara DPT KIP dengan data milik Disdukcapil.

Dia mengatakan, hal itu di antaranya karena ada masyarakat belum melakukan perekaman e-KTP, serta data ganda.

“Di samping itu juga ada penduduk yang sudah meninggal namun belum melapor untuk penghapusan,” katanya, Senin (8/10/2018).

Helmi mengatakan, pihaknya telah menyurati camat-camat di Pidie Jaya untuk melakukan perekaman terhadap masyarakat yang sudah wajib memiliki KTP namun belum melakukan perekaman.

“Kami juga melakukan perekaman keliling, sekitar bulan 4, waktu mau pilkada, dan kadang perekaman keliling itu tidak mungkin kita lakukan tiap bulan. Kadang dalam satu tahun kami buat dua atau tiga kali,” paparnya.

Sementara Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Pidie Jaya, Iskandar kepada BERITAKINI.CO, Senin (8/10/2018) menyebutkaan, data DPT yang dikeluarkan oleh KIP tersebut berdasarkan data Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) yang diserahkan oleh Dinas Kependudukan setempat.

“KIP sudah melakukan coklit (pencocokan dan penelitian) yang dilakukan oleh PPS. Hasil coklit, jadi ada pemilih yang belum masuk, kemudian kita masukkan. Habis coklit juga ada masa tanggapan masyarakat tentang masyarakat yang belum terdata,” kata Iskandar.

Katanya, sesudah KIP melakukan penetapan DPT, data awalnya sebanyak 108.931, kemudian pihaknya juga melakukan perbaikan atas DPT tersebut.

“Terdapat yang ganda sebanyak 17 pemilih, kita coret, sehingga jadi 108.896. dan saat ini juga masih ada yang ganda, dan untuk yang masih ganda tersebut masih ada waktu 60 hari, mungkin sesudah kita hapus, nanti akan kurang lagi itu,” katanya. | NURZAHRI

Komentar

Loading...