Belajar Daring di Pidie, Guru Diminta Tidak Hanya Diam di Sekolah

Belajar Daring di Pidie, Guru Diminta Tidak Hanya Diam di Sekolah

BERITAKINI.CO, Sigli | Proses belajar dengan sistem daring dan luring di Kabupaten Pidie masih akan terus berlangsung hingga 2 Oktober 2020 mendatang, mengingat daerah itu masih berada pada zona beresiko penyebaran Covid-19.

Atas situasi ini, anggota DPRK Pidie meminta pihak sekolah tidak berpangku tangan dan harus proaktif membantu pembelajaran bagi peserta didik.

"Jadi, jika guru hanya menunggu di sekolah dan memberikan soal atau latihan lewat pesan grub, tidak ada arti semuanya itu," kata Abdullah Ali, Selasa (20/9/2020).

Apalagi, kata Muhammad Ali, tidak semua orang tua siswa bisa menyediakan fasilitas untuk belajar daring, misal tidak memiliki telepon pintar atau pulsa paket internet.

Pihak sekolah harus punya inisiatif melakukan pemetaan siswa yang tidak masuk dalam grup belajar daring, karena secara otomatis keluarga tersebut tidak memiliki telepon karena faktor ekonomi keluarga.

"Kalau bisa, anak-anak kurang mampu itu dijenguk dan diberikan tugas, meski tidak setiap hari," ujarnya.

Jika tidak, maka akan terjadi kesenjangan pendidikan di tengah masyarakat, seakan pendidikan dalam suasana pandemi Covid-19 hanya untuk keluarga mampu saja.

"Dinas harus mencari solusi terhadap siswa yang tidak sanggup membeli HP, agar mereka tetap bisa memperoleh akses pendidikan selama belajar daring dan luring," timpanya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pidie, Ridwandi mangatakan sudah mengintruksikan sekolah agar menjalankan proses belajar daring dan luring.

Di samping itu, pihaknya juga terus memantau ke setiap sekolah belajar dengan baik dan pelajaran tersampaikan kepada siswa.

"Ini saya masih di SMP 4 Rawa memantau proses belajar daring, tapi bagi yang tidak punya HP, orang tua yang jemput ke sekolah atau guru mengangantar soal latihan siswa," Ridwandi.

Rubrik

Komentar

Loading...