Begini Modus Lima Tersangka Korupsi Proyek Jalan Jembatan Kuras Rp 5,7 Miliar APBD Simeulue

Begini Modus Lima Tersangka Korupsi Proyek Jalan Jembatan Kuras Rp 5,7 Miliar APBD Simeulue

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kejaksaan Negeri Simeulue menahan lima tersangka korupsi proyek pemeliharaan jalan dan jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Simeulue tahun anggaran 2017-2018.

Kelimanya adalah AL sebagai PPK, AH sebagai KPA, IG sebagai pejabat pengadaan dan PHO, YH sebagai PPTK, dan BF sebagai PPK.

Mereka langsung ditahan setelah penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh melimpahkannya ke Kejari Simeulue yang berlangsung di kantor Kejaksaan Tinggi Aceh, Jumat (29/1/2021).

Lihat: 

Kepala Kejaksaan Negeri Simeulue Muhammad Ansar Wahyuddin mengatakan, dalam kasus tersebut, negara merugi Rp 5,7 miliar, berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP Perwakilan Aceh.

Adapun total nilai proyek tersebut mencapai Rp 10,5 miliar.

Dari nilai kerugian itu, kata Muhammad Ansar, telah dikembalikan sebanyak Rp 1,4 miliar.

Lantas, seperti apa modus para tersangka mengorup duit APBD tersebut?

Ditanyai lebih lanjut, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Aceh Raharjo Yusuf Wibisono menjelaskan, para tersangka yang semuanya adalah PNS pada Dinas PUPR Simeulue tersebut, terlibat langsung dalam pengerjaan proyek-proyek tersebut.

“Mereka meminjam beberapa perusahaan milik rekanan,” kata Yusuf.

Sementara rekanan hanya diberikan uang alakadarnya.

“Rata-rata hanya diberikan puluhan juta saja, karena hanya pinjam bendera (perusahaan),” katanya.

Itulah sebabnya, sejauh ini, pemilik perusahaan yang tercatat sebagai rekanan masih berstatus saksi.

Sementara teknis pengerjaan proyek hingga pelaporan, semua ditangani para tersangka.

“Begitu pencairan, uang langsung ditarik mereka. Proyeknya lumayan banyak ya, belasan paket yang tersebar di berbagai tempat di Simeulue,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...