Begini Kronologi Tewasnya Tahanan yang Berujung Pembakaran Kantor Polisi di Aceh Tamiang

Begini Kronologi Tewasnya Tahanan yang Berujung Pembakaran Kantor Polisi di Aceh Tamiang

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pembakaran Maposek Bendahara, Polres Aceh Tamiang diduga dipicu oleh tewasnya seorang tahanan kasus narkoba bernama Ahyar (33) warga Gampong Tanjung Keramat, Kecamatan Banda Mulia.

Pria itu ditangkap personel Polsek Bendahara pada Selasa dini hari sekira pukul 02.00 WIB.

Baca: Mapolsek Bendahara Aceh Tamiang Dibakar Massa

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Misbahul membenarkan adanya penangkapan itu. Ahyar ditangkap atas dugaan kepemilikan narkoba jenis sabu.

Menurut Misbah, penangkapan itu dipimpin langsung oleh Kapolsek Bendahara Ipda Iwan Wahyudi

“Saat ditangkap pelaku sedang transaksi narkoba,” kata Misbah.

Menurut Misbah, selain berhasil menangkap Ahyar petugas juga mengamankan barang bukti sabu seberat 2 gram. Setelah itu, pelaku langsung digelandang ke Mapolsek.

“Hasil intrograsi yang dilakukan Kanit Reskrim Polsek Bendahara Bripka Bambang Kurniawan, pelaku mengaku masih menyimpan barang bukti lainnya yang disimpan di kandang ayam,” kata Misbah.

Polisi lantas kembali membawa Ahyar menggunakan mobil patroli ke lokasi penyimpanan barang bukti tersebut sekira pukul 04.00 WIB.

Saat dalam perjalanan, kata Misbah, dengan posisi tangan terborgol Ahyar mencekik leher salah seorang petugas bernama Andika Muhar yang sedang menyetir mobil.

Akibatnya, mobil sempat hilang kendali dan menabrak trotoar jalan. “Sempat terjadi pergumulan dan akhirnya pelaku melepas cekikannya,” kata Misbah.

Tak berhenti di situ, kata Misbah, Ahyar ternyata berupaya melarikan diri. Namun berhasil digagalkan oleh dua petugas lainnya yang ikut serta dalam mobil tersebut. Perjalanan ke lokasi penyimpanan barang bukti dilanjutkan.

“Hasilnya, benar di TKP ditemukan barang bukti sabu yang disimpan di dalam tanah yang retak di bungkus dengan plastik dan kemudian barang bukti tersebut dibawa ke Polsek Bendahara,” kata Misbah.

Sampai di Polsek Bendahara, kata Misbah, pelaku diberi makan petugas bernama Debi Dian Syahputra.

Baca: Pasca Dibakar Massa, Kapolda Aceh Copot Kapolsek Bendahara

“Setelah makan itu pelaku mengaku merasa pusing dan langsung kurang sadar. Kapolsek lantas memerintahkan segera membawa pelaku ke puskesmas,” kata Misbah. Namun Puskesmas Bendahara menganjurkan Ahyar untuk dirujuk ke rumah sakit daerah.

“Sempat mendapat penanganan medis, namun nyawanya tak tertolong. Petugas lantas menghubungi keluarga dan menyerahkan jenazahnya,” kata Misbah.

Belakangan, keluarga korban dan masyarakat keberatan dan meminta pertanggungjawaban dengan mendatangi Mapolsek Bendahara.

Aksi massa akhirnya berujung pembakaran kantor polisi itu. Tak hanya itu, sejumlah kedaraan dinas juga ikut hangus terbakar.

Rubrik

Komentar

Loading...