Begini Kata Kepala Kemenag Aceh Soal Vaksin Rubella

Begini Kata Kepala Kemenag Aceh Soal Vaksin Rubella

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Program pemerintah Pusat yang memberikan vaksin measles rubella (MR) terhadap anak-anak usia sekolah menuai polemik.

Status vaksin yang belum terverifikasi halal membuat masyarakat ragu.

Di Pidie, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) setempat bahkan melarang penggunaan vaksin ini sebelum keluarnya sertifikasi halal dari lembaga tersebut.

Baca: Soal Vaksin Measles Rubella, Ketua MPU Pidie: Lebih Baik Kita Larang

Menyikapi hal ini, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh, Daud Pakeh, mengaku mengikuti keputusan MUI.

"Saya tidak perintah atau melarang," kata Daud Pakeh ketika ditemui usai konferensi pers di Media Center Haji, Banda Aceh, Jumat (3/8/2018).

Dia mempersilakan kepada warga yang ingin memberikan vaksin MR kepada anak-anaknya.

"Tapi kita pegang kepada label halal MUI," pungkasnya.

Sikap yang ditunjukkan Kanwil Kemenag Aceh ini jauh berbeda dengan Kemenag Subulussalam. 

Melalui sepucuk surat bernomor B-916/Kk.01.23/01/HM.00/VIII/2018 tertanggal 1 Agustus 2018 yang diterima wartawan, Kepala Kemenag Subulussalam, Ruslizar Nas dengan tegas mengimbau agar warga tidak ikut serta dalam proses penyuntikan vaksin MR tersebut.

"Sampai adanya keputusan resmi dari LPPOM MUI Pusat," kata Ruslizar Nas.

Rubrik

Komentar

Loading...