BBPOM Banda Aceh Segel Pabrik Air Minum Kemasan di Nagan Raya

BBPOM Banda Aceh Segel Pabrik Air Minum Kemasan di Nagan Raya
Petugas BBPOM Banda Aceh menyegel pabrik yang memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) di kawasan Desa Padang Panjang, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. (ANTARA/Istimewa)

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pabrik Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) yang beroperasi di kawasan Desa Padang Panjang, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya disegel oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh.

Selama ini, pabrik AMDK itu memproduksi air mineral merek Kuades.

“Penyegelan dilakukan Rabu 26 Juni 2019,” kata Kepala BBPOM Banda Aceh, Zulkifli Apt pada BERITAKINI.CO, Kamis (27/6/2019).

Zulkifli mengungkapkan, alasan BBPOM menyegel perusahaan air dalam kemasan milik CV TNL itu karena memproduksi dan mengedarkan air mineral yang belum memenuhi syarat.

Sebelumnya, kata dia, BBPOM mendapat laporan dan keluhan masyarakat jika air kemasan yang diproduksi oleh perusahaan itu mengandung lumut dan warnanya keruh.

“Dari laporan itu, kita mengambil sampel dan melakukan uji laboratorium. Hasilnya, kita menemukan jika air yang diproduksi tidak higienis. Makanya kita hentikan sementara operasional pabrik untuk melindungi konsumen,” katanya.

Menurutnya, penyegelan pabrik itu sifatnya hanya sementara. BBPOM memberikan waktu kepada pemilik perusahaan untuk memperbaiki operasional pabrik dan memeriksa sistem pada mesin produksi atau sumber air, hingga menghasilkan air minum layak konsumsi.

“Setelah mereka memperbaiki masalah itu, kita mempersilahkan mereka memproduksi. Jika hasil uji laboratoiruim higienis dan layak jual, maka segel akan kita buka,” kata Zulkifli.

Lebih lanjut Zulkifli mengatakan, selain menyegel parbrik, BBPOM juga meminta pihak perusahaan untuk menarik semua produk air minum dalam kemasan yang sudah diedarkan ke masyarakat.

“Sudah kita perintahkan, hasil penarikan itu nanti akan dimusnahkan,” katanya.

Kepada pemilik AMDK di Aceh, Zulkifli mengimbau agar memperhatikan kualitas hasil produksi baik dari segi kimia maupun mikrobiologi, sehingga tidak merugikan konsumen.

"Dalam waktu dekat kita akan panggil semua pengusaha AMDK di Aceh untuk kita berikan sosialisasi," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...