Baru Selesai Dibangun, Tanggul Pengaman Masjid Nurul Iman Abdya Ambruk

Baru Selesai Dibangun, Tanggul Pengaman Masjid Nurul Iman Abdya Ambruk
Alat berat membersihkan puing-puing tanggul pengaman Masjid Nurul Iman yang ambruk Senin (24/12/2018).

BERITAKINI.CO, Blangpidie | Tanggul pengaman sungai yang berada di Gampong Alue Seulaseh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ambruk, Senin kemarin (24/12/2018).

Pada hal, tanggul yang dibangun untuk pengaman Masjid Nurul Iman itu baru rampung dibangun pada Oktober 2018 lalu dan sudah dilakukan serah terima.

Tanggul dengan ketinggian mencapai 6 meter lebih dan panjang 40 meter itu dibangun menggunakan APBK 2018 dengan nilai kontrak Rp 900 juta. Proyek itu dikerjakan oleh CV Ubena Jaya.

“Tidak ada bencana alam seperti banjir atau gempa, tapi tanggul itu tiba-tiba ambruk ke sungai. Menurut informasi yang beredar, proyek itu sudah dilakukannya profesional hand over (PHO). Tapi kami sebagai masyarakat tidak mengetahui hal tersebut,” kata panitia pembangunan masjid Nurul Iman, Rusdi, Selasa (25/12/2018).

Rusdi meminta agar dinas terkait dalam hal ini Dinas PU Abdya melakukan pengecekan ulang volume pembangunan proyek tanggul tersebut. Kata dia, warga menduga ada kecurangan dalam pembangunannya.

“Kami minta pihak dinas segera turun ke lapangan untuk melihat serta meninjau ulang pembangunan proyek ini. Kami sebagai warga kecewa dengan hasil pembangunan yang tidak bisa kami nikmati, apalagi tanggul ini dibangunan untuk menjaga keamanan masjid,” kata Rusdi.

Geuchik Gampong Alue Seulaseh, Taufid, mengatakan sebelum rubuh tanggul tersebut sudah retak usai dibangun oleh rekanan.

"Sebelumya memang sudah retak karena dibuat telalu tegak, seharusnya agak sedikit miring. Menurut kami lihat terlalu cepat ditimbun, kemudian kami melihat campuran semen dengan pasir tidak sesuai. Semen agak kurang," kata Taufid.

Terpisah, pemilik CV Ubena Daya, Musawir, selaku rekanan dikonfirmasi wartawan mengaku bertanggung jawab atas ambruknya tanggul tersebut. Kata dia, proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan selama enam bulan ke depan.

“Saya bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut sampai tuntas dalam masa pemeliharaan yang tersisa,” ujarnya.

Kata dia, proyek tersebut telah dikerjakan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Bahkan, kata dia, selama pembangunan proyek tersebut setiap harinya diawasi oleh konsultan pengawas dan pihak dinas PU.

“Pekerjaan selalu dipantau, dan ini adalah musibah karena seminggu sebelum PHO terjadi hujan lebat. Sekali lagi saya sampaikan, saya akan bertanggung jawab dan tadi pagi saya sudah memasukkan alat berat ke untuk membersihkan bekas-bekas ambruknya tanggul,” pungkas Musawir. | ARMIYA

Rubrik

Komentar

Loading...