Banyak Turis Asal Tiongkok Overstay di Jawa Timur

Banyak Turis Asal Tiongkok Overstay di Jawa Timur

BERITAKINI.CO. Surabaya | Banyak turis asal Tiongkok overstay di Jawa Timur. Mereka enggan pulang dan malah bekerja di sejumlah sektor industri. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan, tahun ini memang serbuan warga asing meningkat di wilayahnya.

"Data dari Bandara International Juanda ada sekitar 150-200 Orang yang overstay. Itu yang masuk melalui Bandara Juanda saja. Saya tidak tahu mereka yang masuk dari tempat lain misalnya, masuk dari Bandara Manado kemudian ke Surabaya atau Masuk dari Jakarta kemudian naik kereta api ke Jawa Timur," kata pria yang karib disapa Gus Ipul itu, usai menerima Wakil Duta Besar Prancis di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jumat (16/12/2016).

Gus Ipul mengatakan, tahun ini diperikaran ada 2 Juta turis asal Tiongkok yang datang ke Indonesia. Dari jumlah itu, tentunya ada beberapa persen yang melanggar keimigrasian. Oleh karena itu, belum lama ini Duta Besar Tiongkok bertemmu dengan Menko Polhukam Wiranto untuk membahas hal tersebut.

"Tahun ini pelanggaran keimigrasian meningkat yang luar biasa. Oleh karena itu, sebelumnya Dubes Tiongkok bertemu dengan Pak Wiranto membahas hal ini. Kalau ada yang melanggar ya kita deportasi. Tahun lalu ada yang kami deportasi," tegas Gus Ipul.

Ia juga meminta kepada masyrakat untuk berperan memberikan aporan terkiat keberadaan warga asing. Terutama meraka yang bekerja tanpa surat-surat resmi. Meski demikian, tim Pencarian Orang Asing (Tim Pora) yang terdiri dari unsur Kementerian Hukum dan Ham, Keimigrasian, TNI/Polri dan Pemerintah Daerah (Pemda) terus bekerja.

"Yang terjadi di Gresik sudah ditangani. Mereka biasaya hanya kunjungan wisata namun kemudian bekerja. Jangan sampai jatah kita warga Indonesia untuk bekerja diambil oleh para turis ini," pungkasnya.*

Rubrik
Sumber
Okezone.com

Komentar

Loading...