Banjir Bandang di Aceh Tenggara, Tujuh Desa Terisolir

Banjir Bandang di Aceh Tenggara, Tujuh Desa Terisolir
Petugas BPBD menyalurkan bantuan masa panik untuk masyarakat di Kecamatan Lauser.

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Banjir bandang menerjang tiga kecamatan di wilayah Aceh Tenggara. Sejumlah desa dilaporkan terisolir karena akses transportasi jalan terputus.

Kasi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Irwan mengatakan, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi sejak seminggu terakhir mengguyur wilayah Aceh Tenggara sehingga menyebabkan air dari pegunungan turun ke pemukiman warga.

“Kondisi terkini di Aceh Tenggara akibat banjir bandang, ada tujuh desa di Kecamatan Leuser terisolir,” kata Irwan, Selasa (27/11/2018).

Dia menyebutkan, tujuh desa yang terisolir itu yakni, Desa Bunbun Indah, Desa Permata musara, Desa Serakut, Desa Bunbun Alas, Desa Akhih Mejile, Desa Tuah Kekhine dan Desa Sipare-pare.

“Diakibatkan putusnya jembatan penghubung, akibat dibawa arus banjir, hanya tinggal abutment saja, dan beberapa titik di desa ini lonsor, sehingga tidak bisa dilewati kendaraan.”

Menurutnya, akses satu-satunya untuk menuju ke desa yang terisolir itu harus melalui jalur sungai. Pihaknya juga sudah menyalurkan bantuan masa panik kepada korban yang terdampak banjir bandang.

Kata Irwan, akibat dari musibah ini sedikitnya 15 rumah dilaporkan mengalami kerusakan. “Pemilik rumah sekitar 70 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah tetangga dan kerabat,” ujarnya.

Selain di Kecamatan Leuser, banjir bandang juga melanda di Desa Natam Baru, Kecamatan Badar dan Desa Lawe Metangur, Kecamatan Ketambe. | MAG 002

Rubrik

Komentar

Loading...