Bangun Toko Korban Kebakaran Pakai Uang Zakat, Begini Alasan Pemkab Bener Meriah

Bangun Toko Korban Kebakaran Pakai Uang Zakat, Begini Alasan Pemkab Bener Meriah
Toko-toko yang dibangun menggunakan uang zakat di Pasar Simpagn Tiga, Kecamatan Bukit, Bener Meriah

BERITAKINI.CO, Redelong | Pemerintah Bener Meriah membelanjakan uang zakat untuk membangun Sembilan unit toko di Pasar Simpang Tiga, Kecamatan Bukit, Bener Meriah.

Toko-toko itu sebelumnya terbakar pada 14 Agustus lalu.

Dari deretan pemilik toko, terdapat nama Wakil Bupati Aceh Tengah Firdaus.

Lihat juga: Baitul Mal Bener Meriah Bangun Rumah Wabup Aceh Tengah Pakai Dana Zakat

Itulah sebabnya, pembangunan toko tersebut dinilai tak sepenuhnya tepat sasaran, terlebih lagi menggunakan uang zakat.

Informasi yang diperolah, sekira total Rp 270 juta uang zakat digelontorkan untuk membangun toko-toko tersebut. 

Sementara Kabag Humas Setdakab Bener Meriah Hasyimi beralasan pembangunan sembilan unit toko di Pasar Simpang Tiga guna untuk mempercepat pemulihan ekonomi warga.

“Dalam musibah itu, selain pemilik toko, para pedagang yang menyewa toko tersebut juga terdampak dan kehilangan harta benda,” katanya, Selasa (6/10/2020).

Untuk itu, kata dia, pemerintah daerah bersama unsur forkopimda langsung menggelar musyawarah bersama untuk mencari solusi dan langkah-langkah yang harus dilakukan.

“Dari hasil musyawarah tersebut, disepakati jika pembangunan rumah itu diambil dananya melalui Baitul Mal Bener Meriah,” kata Hasyimi.

Dia mengaku, selain dari Baitul Mal, Pembkab Bener Meriah tidak memiliki pos anggaran untuk pembangunan toko yang terbakar tersebut, akibat kebijakan penyesuaian APBK untuk difokuskan bagi penanganan pandemi.

Dia juga mengatakan, Pemkab Bener Meriah sama sekali tidak mengetahui siapa pemilik toko yang terbakar tersebut.

"Perlu ditegaskan pemkab setempat bersama unsur forkopimda tetap mengambil keputusan terbaiknya untuk  membantu membangun kembali toko tersebut guna memulihkan ekonomi masyarakat," tegasnya.

Dikatakan, kebakaran hebat yang terjadi di Pasar Simpang Tiga juga menjadi perhatian luas masyarakat sehingga pembangunan harus disegerakan.

"Jadi kalau ada yang mengatakan pemerintah daerah melecehkan, ini harus diluruskan bahwa pemerintah membantu melalui Baitul Mal karena masyarakat yang ditimpa musibah,” kata Hasyimi.

“Perlu diketahui bahwa Baitul Mal juga mengelola anggaran APBK Bener Meriah."

Terkait salah satu pemik rumah yang merupakan wakil bupati Aceh Tengah, pihaknya baru mengetahui setelah pembangunan berjalan.

“Intinya pembangunan rumah ini adalah hasil musyawarah bersama forkopimda dan forkopimda Plus,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...