Bandar Sabu Asal Aceh Tamiang Tewas Didor di Medan

Bandar Sabu Asal Aceh Tamiang Tewas Didor di Medan
Ilustrasi

BERITAKINI.CO | Polisi menggagalkan peredaran 7 Kg sabu-sabu di wilayah Kota Medan sekitarnya. Tiga orang yang diduga sebagai bandar narkotika itu disergap, seorang di antaranya tewas ditembak.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, pihaknya menyergap tiga tersangka setelah mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran narkoba di kawasan Jalan Bhayangkara Medan, Medan Tembung.

Setelah melakukan penyelidikan, petugas Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menangkap Ariandi alias Andi (46) dan Ilias Husain alias ilias (50). Dari kedua warga Binjai Selatan, Kota Binjai, itu disita barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 2 Kg.

Kedua pelaku mengaku barang haram tersebut didapat dari tersangka Nurdin (DPO) yang berada di Malaysia. Mereka membelinya Rp300 juta per Kg dan rencananya dijual kembali Rp350 juta per Kg .

"Kedua tersangka juga menyatakan ada satu tersangka lain yang menerima barang haram tersebut," jelas Riko.

Pengembangan dilakukan, sehingga satu tersangka lainnya teridentifikasi, yakni Syukran (41), warga Aceh Tamiang, Aceh. Dia pun disergap di kawasan Jalan Glugur Rimbun, Diski Sei Mencirim, Sunggal, Rabu (23/9) sekitar pukul 23.00 WIB. Dari tangan Syukran disita barang bukti 5 Kg sabu-sabu.

"Saat ditangkap, pelaku ini hendak mengambil senjata jenis rakitan, sehingga dilumpuhkan dan ditembak di bagian tubuh. Namun, saat dibawa ke rumah sakit untuk pertolongan medis, tersangka meninggal dunia," sebut Riko.

Selain 7 Kg sabu-sabu yang dibungkus plastik teh Cina, petugas juga menyita satu senjata api rakitan. Mereka juga mengamankan 3 unit handphone milik tersangka.

Dua tersangka dalam kasus ini dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Kita kenakan pasal dengan ancaman hukuman mati," tutup Riko.

Rubrik
Sumber
Merdeka.com

Komentar

Loading...