Banda Aceh Gelar Razia Prokes Covid-19, Pelanggar Langsung Kena Sanksi

Banda Aceh Gelar Razia Prokes Covid-19, Pelanggar Langsung Kena Sanksi

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pemerintah Kota Banda Aceh menerapkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kebijakan ini menyusul pemberlakuan Peraturan Wali Kota (Perwal) Banda Aceh Nomor 51 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19.

Wali Kota Banda Aceh bersama unsur forkopimda memimpin langsung razia perdana, Selasa (15/9/2020).

Lihat: Sanksi Tak Patuhi Protokol Kesehatan di Banda Aceh, Dari Denda Uang Hingga Azan

Penegakkan hukum langsung diberlakukan bagi para pelanggar.

Tak hanya orang per orang, tapi juga tempat-tempat usaha.

Seperti salah satu warkop padat pengunjung di kawasan Lampaseh Kota, Kecamatan Kuta Raja.

Di warkop ini ditemukan ada pelanggaran prokes Covid-19 karena tidak menyediakan tempat cuci tangan yang representatif.

Disaksikan langsung oleh wali kota dan unsur forkopimda, petugas langsung mengenakan sanksi di tempat berupa denda Rp 250 ribu.

Selanjutnya, tim bergerak ke beberapa instansi pemerintah di Jalan Pocut Baren. Secara simultan, tim gabungan juga menggelar razia di perempatan jalan di kawasan itu tepatnya di traffic light depan Kantor DLHK3 Banda Aceh.

Di lokasi tersebut petugas mendapati masih banyak pengendara sepeda motor yang tidak memakai masker.
Setelah didata identitasnya, para pelanggar prokes langsung dikenai sanksi.

"Mereka boleh memilih sanksinya, denda Rp 100 ribu atau kerja sosial," kata Aminullah di sela-sela razia.

Kebanyakan dari pelanggar pun memilih sanksi kerja sosial.

Masing-masing mereka pun diberikan sapu untuk membersihkan area trotoar dan pinggiran jalan.

Aminullah mengatakan, razia prokes yang dimulai hari ini di Banda Aceh merupakan momentum gerakan bersama untuk menegakkan aturan yang tertuang dalam Perwal 51 tersebut.

"Namun kita menyadari jika razia gabungan ini tidak akan bisa menjangkau seluruh wilayah. Oleh sebab itu kita mengharapkan dukungan dari semua pihak."

Ia juga meminta seluruh OPD di lingkungan Pemko Banda Aceh untuk berperan aktif dalam menegakkan Perwal 51.

"Dinas Syariat Islam misalnya, sampaikan instruksi berupa surat resmi ke semua BKM masjid agar para jemaah menerapkan protokol kesehatan saat beribadah," katanya.

"Para camat juga harus mengoordinir geuchik hingga kepala lorong untuk menjalankan Perwal 51, khususnya dalam memberlakukan sanksi adat di gampong-gampong. Pastikan setiap kegiatan di gampong harus menerapkan protokol kesehatan seperti memaki masker dan tidak berkerumun," katanya lagi.

Wali kota menargetkan dalam September ini angka penyebaran Covid-19 di Banda Aceh. bisa turun. "Jika perwal ini dapat berjalan optimal, kami yakin pada Oktober bulan depan Banda Aceh bisa kembali ke zona hijau dari zona merah saat ini," ucapnya.

Lihat juga video kebijakan peningkatan disiplin dan penegakan hukum prokes di Banda Aceh:

Rubrik

Komentar

Loading...