Baitul Mal Agara Salurkan ZIS Tahap II Rp 5,4 Miliar

Baitul Mal Agara Salurkan ZIS Tahap II Rp 5,4 Miliar
ILUSTRASI

BERITAKINI.CO, Kutacane | Baitul Mal Kabupaten Aceh Tenggara mulai menyalurkan zakat, infak dan sedekah (ZIS) tahap kedua tahun 2018, senilai Rp 5,4 miliar lebih.

Pada tahap pertama bulan Juni 2018 lalu, Baitul Mal Agara telah menyalurkan ZIS kepada jompo, muallaf, dan fisabilillah, senilai Rp 1,5 miliar dari total dana yang terkumpul Rp 2,3 miliar.

Kepala Baitul Mal Agara Tgk Hamdani mengatakan, untuk dana ZIS tahap II tahun 2018 penyalurannya sudah dimulai dan masih terus berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Kata dia, penerima zakat untuk tahap akhir tersebut yakni kategori fakir dan miskin sebanyak 2.768 orang dan muallaf sebanyak 30 orang.

“Untuk Fakir dan miskin total dananya Rp 2.1 miliar. Sementara muallaf total dananya Rp 60 juta,” kata Hamdani, Minggu (18/11/2018).

Kemudian, kata dia, untuk pelajar SD/MI, SMP/Mts, SMA/SMK/MA, dayah dalam daerah, dayah luar daerah, mahasiswa luar daerah, mahasiswa dalam daerah, mahasiswa S1 luar negeri, serta mahasiswa S2 dan S3 luar daerah total anggaran yang akan disalurkan mencapai Rp 1.555.000.000.

“Ada lagi santunan bagi fisabilillah untuk guru mengaji diperuntukkan sebanyak 162 orang dengan dana Rp 162 juta. Baitul Mal tahun ini juga menyalurkan dana untuk bedah rumah dhuafa sebanyak 50 unit rumah dengan rincian setiap rumah dialokasikan biaya Rp 15 juta/unit. Jumlahnya sekitar Rp 900 jutaan," sebut Hamdani.

Dengan penyaluran zakat, infaq dan sedekah itu, ia berharap dapat meningkatkan perekonomian masyarakat penerima mamfaat.

“Sehingga di masa mendatang mereka bukan lagi penerima zakat melainkan sudah menjadi pemberi zakat," harapnya.

Terpisah, anggota DPRK Agara Sufian Suri Sekedang meminta penyaluran zakat, infaq dan sedekah tersebut tepat sasaran.

“Dana zakat dan infaq yang disalurkan Baitul Mal pada tahap II ini cukup besar. Terutama bantuan untuk fakir dan miskin. Penerima bantuan dana tersebut jangan sampai tak tepat sasaran," kata Sufian.

"Terlebih pada program bedah rumah, kita tegaskan pihak Baitul Mal jangan coba bermain-main dalam bantuan tersebut. Jangan sampai tak tepat sasaran, sebab dana untuk bedah rumah itu cukup besar Rp 15 juta/unit."

Rubrik

Komentar

Loading...