Ayahnya Dibebaskan, MS Jantho Vonis Paman Pemerkosa Keponakan 16,6 Tahun Penjara 

Ayahnya Dibebaskan, MS Jantho Vonis Paman Pemerkosa Keponakan 16,6 Tahun Penjara 
Diki Pratama (tengah) divonis 16,6 tahun penjara karena terbukti memperkosa anak di bawah umur yang merupakan keponakannya sendiri dan Muhammad Akbar (kiri), dibebaskan karena tidak terbukti bersalah

BERITAKINI.CO, Jantho | Majelis Hakim C1 Mahkamah Syar’iyah (MS) Jantho, yang menyidangkan perkara pemerkosaan terhadap anak di bawah umur, menjatuhkan hukuman selama 200 bulan atau 16,6 tahun penjara kepada Diki Pratama (35), salah satu dari dua terdakwa pemerkosa perempuan 11 tahun asal Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. 

Diki dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram dengannya sebagaimana ketentuan Pasal 49 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Sementara ayah kandung korban, Muhammad Akbar (33), yang juga dituntut melakukan hal serupa, dibebaskan.

Lihat: Kasus Permerkosaan Anak Kandung: JPU Tuntut Abang-Adik Asal Lhoknga 200 Bulan Penjara

Putusan tersebut dibacakan oleh majelis hakim dalam sidang terbuka untuk umum pada hari Selasa (30/3/2021) di Ruang Sidang Utama Mahkamah Syar’iyah Jantho.

Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho Siti Salwa SHI MH melalui Humasnya Tgk Murtadha Lc mengatakan, majelis hakim sudah mempertimbangkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, mendengar keterangan korban dan mempertimbangan alat bukti secara seksama dan menyeluruh selam proses persidangan perkara tersebut. 

“Sehingga majelis hakim mempunyai keyakinan kuat untuk menjatuhkan hukum 200 bulan penjara kepada Terdakwa DF,” jelasnya.

Terhadap putusan tersebut, terdakwa yang didampingi oleh penasehat hukumnya Tarmizi SH MH menyatakan keberatan dan akan mengajukan banding ke Mahkamah Syar’iyah Provinsi Aceh. 

Sementara pada sidang lainnya di hari yang sama, kata Tgk Murtadha, hakim memvonis bebas Muhammad Akbar yang merupakan ayah kandung korban.

MA sebagaimana dalam pertimbangan majelis hakim tidak terbukti melakukan jarimah tersebut. 

Atas putusan hakim ini, MA pun langsung melakukan sujud sukur.

Sementara JPU dari Kejari Aceh Besar menyatakan akan mengajukan upaya kasasi.

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...