Ayah dan Anak Setubuhi Gadis 15 Tahun Hingga Hamil di Aceh Tamiang

Ayah dan Anak Setubuhi Gadis 15 Tahun Hingga Hamil di Aceh Tamiang

BERITAKINI.CO, Kuala Simpang | Seorang gadis 15 tahun menjadi korban pencabulan di Aceh Tamiang.

Mirisnya, korban dicabuli orang dua orang pria yang tak lain adalah ayah dan abang tirinya sendiri.

Kedua pelaku masing-masing RM (42) dan IS (20) warga di Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang.

Kapolres Aceh Tamiang melalui Kapolsek Kejuruan Muda Iptu Hendra Sukmana mengatakan, keduanya telah ditangkap pada Sabtu, 16 Mei 2020.

"RM ditangkap karena diketahui telah menyetubuhi anak tirinya hingga hamil. Begitu juga dengan IS yang juga ikut melakukan itu kepada adik tirinya sendiri," kata Hendra Sukmana, Minggu (17/5/2020).

Meskipun keduanya mengaku telah menyetubuhi Bunga, namun Hendra menyebutkan, antara pelaku satu dan pelaku dua tidak saling tau perbuatan bejat mereka masing masing.

"Jadi RM tidak pernah mengetahui jika Is juga melakukan itu terhadap Bunga, begitu juga sebaliknya," katanya.

Penangkapan keduanya, sambung Hendra, berdasarkan laporan dari ibu kandung Bunga, SSW (31) yang merupakan istri dari RM.

Saat itu, SSW merasa curiga dengan perubahan tubuh anaknya itu, khususnya di bagian perutnya. Ia melihat semakin hari semakin membesar.

"Melihat ada perubahan yang tidak wajar, ibunya pun bertanya kepada Bunga, dan ia pun menceritakan apa yang telah terjadi kepadanya, bahwa dia telah diperkosa oleh ayah dan abang tirinya," ujarnya.

Mendengar itu, sontak membuat ibunya terkejut bercampur geram. Kemudian ia pun memeriksakan Bunga untuk memastikan apakah anaknya benar-benar telah hamil.

"Setelah diperiksa, ternyata anaknya positif hamil. Akhirnya ia pun langsung melaporkan perbuatan keduanya polis," kata Hendra.

Dan ternyata, imbuhnya, berdasarkan pengakuan sang anak, aksi bejat para pelaku ini dilakukan sejak Maret 2019 hingga Mei 2020 lalu secara berulang kali. Dan hal itu yang menambah kemarahan sang ibu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku saat ini telah diamankan di Mapolsek Kejuruan Muda untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Selanjutnya, terhadap pelaku dijerat Pasal Pasal 81 jo Padal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara, atau denda Rp 5 miliar," ujarnya.

Rubrik

Komentar

Loading...