Awalnya 10, Tersangka Mark Up Pengadaan Damkar Pemerintah Aceh Susut Jadi 2 Orang

Awalnya 10, Tersangka Mark Up Pengadaan Damkar Pemerintah Aceh Susut Jadi 2 Orang
Muhammad Zulfan

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kepala Seksi Pidana Khusus Muhammad Zulfan mengatakan,  tersangka dugaan mark-up pengadaan mobil pemadam kebakaran (damkar) pemerintah Aceh bukan sepuluh orang, melainkan hanya dua.

"Yang saya tahu tersangka dalam kasus ini cuma dua orang,  mereka adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di DPKA, SM dan Pokja di ULP,  S, " katanya saat konferensi pers di ruang kerjanya, Jumat (13/1/2017).

Sebelumnya, pada Maret 2016 lalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh telah mempublikasi bahwa mereka telah menetapkan 10 orang tersangka yang diduga terlibat dalam dalam kasus korupsi pengadaan armada pemadam kebakaran yang bersumber dari dana otsus 2014 itu.

"Kami telah menetapkan 10 tersangka, namun kita belum sampaikan ke publik siapa-siapa saja tersangkanya, nanti akan diumumkan," kata Kajari Banda Aceh Husni Thamren, Senin (7/3/2016).

Itulah sebabnya, awak media sempat dibuat heran dengan informasi perkembangan yang disampaikan Kepala Seksi Pidana Khusus Muhammad Zulfan.

"Saya kan baru sebagai Kasi Pidsus di sini,  dan dalam kasus ini tersangkanya hanya dua orang,  dan dalam dua berkas terpisah, " katanya.

Penetapan kedua tersangka tersebut, menurutnya, atas dasar dua bukti yang cukup.  Bahkan, katanya,  pagi tadi sekitar pukul 10.30 WIB, penyidik telah melakukan penyitaan untuk mencari berkas pendukung di kantor DPKA dan Kantor ULP Aceh.

"Kami melakukan penggeladahan tersebut selama satu setengah jam, " katanya.

Dia mengungkapkan,  sampai saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan. "Namun berapa kerugian negara belum tau, karena BPKP belum mengeluarkan hasil audit," jelasnya.

"Namun intinya kami akan terus melakukan koordinasi baik dengan BPKP dan KPK."(*)

Rubrik

Komentar

Loading...