Audit Dana Desa, Inspektorat Pidie Temukan Kerugian Negara Rp 2,6 Miliar

Audit Dana Desa, Inspektorat Pidie Temukan Kerugian Negara Rp 2,6 Miliar
Inspektur Kabupaten Pidie, Mustafa Kamal

BERITAKINI.CO, Sigli | Inspektorat Kabupaten Pidie menemukan sedikitnya Rp 2,6 miliar potensi kerugian negara pada pengelolaan anggaran desa di kabupaten itu.

Nilai itu merupakan akumulasi dari pemeriksaan realisasi anggaran 21 desa.

Nilai itu berpotensi masih bertambah karena masih terdapat beberapa laporan yang belum diperiksa.

"Total ada 58 laporan yang masuk, sebanyak 36 sudah dipersiksa, dan 21 sudah ada Laporan Hasil Pemeriskaan (LHP)-nya dengan potensi kerugian negara Rp 2,6 miliar itu," kata Inspektur Kabupaten Pidie, Mustafa Kamal, Jumat (24/7/2020).

Pihaknya berharap indikasi kerugian negara tersebut bisa ditindaklanjuti dengan mengembalikannya ke kas desa.

"Sejauh ini sekira Rp 1,3 miliar sudah dikembalikan ke kas desa," katanya.

"Temuan itu harus dikembalikan dalam waktu 60 hari kerja oleh desa sejak LHP diserahkan, jika tidak maka akan ditindaklajuti kepala APH (aparat penegak hukum)."

Laporan kepada APH bukan bentuk gertak belaka,

Akhir tahun lalu, Inspektorat menyerahkan LHP Gampong Jeumpoeh Adan, Kecamatan Mutiara Timur kepada Kejaksaan Negeri Pidie.

Dalam LHP tersebut ditemukan kerugian negara sebesar Rp 300 juta, dan dalam rentang waktu 60 hari, hanya mengembalikan Rp 10 juta ke kas desa.

"Karena tidak ditindaklanjuti, LPH DD Gampong Jeumpoh Adan kita serahkan kepada APH," ujarnya.

Rubrik

Komentar

Loading...