Atasi Lintah Darat, Pemko Banda Aceh Suntik Rp 1,5 Miliar untuk LKM Syariah Mandiri

Atasi Lintah Darat, Pemko Banda Aceh Suntik Rp 1,5 Miliar untuk LKM Syariah Mandiri
Ketua Pokja Raqan LKM Syariah Mandiri, Iskandar Mahmud | BERITAKINI.CO/A. Putra

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pemerintah Kota Banda Aceh mengajukan dua rancangan qanun (raqan) ke legislatif kota.

Keduanya saat ini sedang dibahas oleh kelompok kerja (pokja) DPRK Banda Aceh.

Dua rancangan qanun tersebut masing-masing, Raqan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Syariah Mandiri dan Raqan Penyertaan Modal LKM Syariah Mandiri.

Keduanya diharap dapat menjawab persoalan para pedagang pasar di kota Banda Aceh yang kerap terbelit hutang pada lintah darat alias rentenir. 

“Mengingat rentenir itukan eksistensinya luar biasa di Pasar Aceh dan Peunayong. Itulah sebabnya, salah satu inti dari pembentukan lembaga ini adalah untuk menjawab hal tersebut. Jangan ada lagi warga kota yang terjerat oleh lintah darat,” kata Ketua Pokja dua raqan tersebut Iskandar Mahmud saat dihubungi BERITAKINI.CO, Senin (2/10/2017).

Saat ini, kata politisi Golkar ini, Raqan LKM telah rampung dibahas.

Pihaknya akan segera menyerahkan hasil pembahasan tersebut pada pimpinan dean untuk dibawa ke Badan Musyawarah DPRK, sebelum diparipurnakan. 

Adapun Raqan Penyertaan Modal LKM Syariah Mandiri, kata Iskandar, saat ini masih dalam pembahasan.

Direncanakan, LKM Syariah Mandiri akan mendapat suntikan modal awal senilai Rp 1,5 miliar.

“Ini modal dasar yang harus disetor untuk pembentukan perseroan terbatas. Rencananya akan sekali diparipurnakan. Namun, qanun lembaganya yang terpenting,” kata Iskandar.

Iskandar berharap, qanun ini akan menjadi solusi terhadap tingginya praktik rentenir di Banda Aceh. “Ini juga menjadi harapan kita,” katanya.(*)

Rubrik

Komentar

Loading...