Astagfirullah... Kakek 63 Tahun Rudapaksa Cucu Usia 9 Tahun di Lhoknga

Astagfirullah... Kakek 63 Tahun Rudapaksa Cucu Usia 9 Tahun di Lhoknga
Ilustrasi

BERITAKINI.CO, Jantho | RS, seorang kakek berusia 63 tahun asal Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, dilaporkan tega memperkosa cucunya sendiri, sebut saja Melati. 

Aksi bejat itu bahkan diduga telah dilakukannya berkali-kali, mulai dari rumah hingga di Pantai Lhoknga.

Sampai akhirnya dia pun dilaporkan ke polisi dan saat ini kasus tersebut telah bergulir di Mahkamah Syariah Jantho.

Lihat juga: Dituntut 150 Bulan Penjara, Kakek 78 Tahun Pemerkosa Bocah di Montasik: Ka Habeh Lon

Hari ini, Kamis (8/4/2021), Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Aceh Besar akan mendakwa RS di muka pengadilan.

"Insya Allah akan disidang hari ini oleh majelis hakim, dengan Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho memimpin sebagai Ketua Majelis Hakim,” ujar Tgk Murtadha melalui pesan Whatapps.

Seperti yang dilihat pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Mahkamah Syariyah Jantho, JPU dalam dakwaannya mengungkapkan bahwa aksi pemerkosaan tersebut dilakukan RS pada Agustus 2020 lalu.

Berawal pada suatu malam, saat Melati terbangun hendak buang air. 

Entah setan apa yang mempengaruhi pria tua itu, RS malah datang menghampiri korban dan ikut menemani korban ke kamar kecil.

Setelah korban selesai buang air, pelaku masuk ke kamar kecil. Di sana lah aksi bejatnya pertama dilancarkan.

Dia menyetubuhi Melati di dalam bilik di rumah mereka itu.

Layaknya orang yang ketagihan, sang kakek kemudian kembali melancarkan aksi cabulnya itu pada 4 Agustus 2020. Kali ini di kamar tidur.

Setelah menyetubuhi Melati, dia bahkan sampai mengajarinya untuk memberikan alasan apabila suatu saat ditanyai oleh kedua orangtuanya. 

"Bek peugah-peugah bak ayah beh, menyoe ditanyoeng le mak pakon sakt leubeng, ka peugah keunong bangku gari (Jangan bilang pada ayah mu, dan jika ditanya oleh ibu mu kenapa sakit pada vagina, katakan saja terkena bangku sepeda)," ajar sang kakek pada cucu kandungnya itu.

Petualangan sang kakek pun terus berlanjut. Pada 6 Agusutus 2020, dia mengajak Melati bermain sambil mandi di tepi Pantai Lhoknga. 

Di sana, RS kembali menyetubuhi Melati di dalam air.

Setelah itu, Melati kembali menjadi korban birahi sang kakek. Dia disetubuhi lagi di dapur di rumahnya. 

RS juga mengancam agar Melati tidak membongkar perbuatannya itu kepada orangtuanya.

Tapi sepandai-pandainya menyimpan bangkai, bau busuknya tetap akan tercium juga.

Perlakuan bejat RS akhirnya terbongkar. Dia pun diseret ke meja hijau.

RS dijerat dengan Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat.

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...