Asmara Terlarang Istri Hakim Jamaluddin

Asmara Terlarang Istri Hakim Jamaluddin

POLISI berhasil mengungkap motif sementara dari kasus pembunuhan hakim PN Medan, Jamaluddin (55). Tiga orang telah ditetapkan tersangka dan terungkap otak dari pembunuhan ini adalah istri dari Jamaluddin sendiri.

ZH, JP, dan RF resmi ditetapkan menjadi tersangka pada Rabu (8/1) kemarin. Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menduga motif pembunuhan ini karena masalah rumah tangga.

"Motif sedang didalami penyidik, tapi kami menduga, ini baru dugaan yang akan dibuktikan penyidik, adalah masalah rumah tangga sehingga terjadilah kasus ini," ucap Martuani.

Pelaku ZH dan Jamaluddin menikah pada tahun 2011. Seiring berjalannya waktu, ZH cemburu karena merasa diselingkuhi oleh Jamaluddin.

Awalnya ZH berniat menghabisi suaminya pada bulan Maret 2019 dengan meminta bantuan Liber J Hutasoit. Namun, hal ini gagal karena pihak Liber menolak.

Awalnya ZH berkenalan dengan JP dikarenakan anak mereka berada di sekolah yang sama. Lalu, intens berhubungan, ZH curhat tentang masalah rumah tangganya dengan JP hingga keduanya memiliki hubungan asmara. Hal ini diungkapkan oleh Irjen Pol Martuani dan akan mendalami lagi informasi tersebut.

Merencanakan Pembunuhan

Pada 25 November 2019, ZH dan JP bertemu di salah satu kafe di Jalan Ringroad Medan untuk merencanakan pembunuhan terhadap Jamaluddin. Mereka berdua mengajak RP untuk membantu pembunuhan berencana ini. ZH lalu memberikan uang sebesar Rp 2 juta kepada RP untuk membeli 1 buah handphone, 2 pasang sepatu, kaos 2 potong dan sarung tangan.

Dibunuh di Kamarnya

Pada 28 November 2019 ZH menjemput JP dan RP dijemput di Pasar Johor dan menuju ke rumah korban. Sesampainya di rumah Jamaluddin, mereka langsung masuk ke dalam rumah.

Jamaluddin diketahui dibunuh dengan cara dibekap hingga kehabisan napas di dalam kamarnya sendiri. Para pelaku sudah menunggu di dalam rumah terlebih dahulu sebelum korban pulang.

"Kedua pelaku masuk ke dalam rumah korban sebelum Jamaludin tiba di rumahnya. Lokasi eksekusi di kamar," kata Martuani Sormi, Rabu (8/1/2020).

Kronologis Pembunuhan

Setelah sampai di rumah korban, pelaku JP dan RP menunggu di lantai 3 menunggu komando dari ZH. Pada 29 November 2019 sekitar Pukul 01.00 WIB, ZH naik kembali ke lantai 3 dan memberi petunjuk kepada JP dan RF untuk turun dan menuntun jalan menuju kamar korban.

Di dalam kamar, JP dan RF melihat korban tidur memakai sarung dan tidak memakai baju. Putri Jamaluddin, K tidur di kasur itu, sementara ZH mengambil posisi di tengah.

RF dan JP kemudian menghabisi korban dengan cara membekapnya dengan kain dari kasur. ZH turut membantu sembari menenangkan putrinya yang terbangun.

Menghilangkan Jejak

Setelah melancarkan aksinya dan memastikan korban sudah meninggal dunia, ketiga pelaku sempat akan membuang jasad Jamaluddin ke Berastagi.

Jasad Jamaluddin dipakai-kan pakaian olahraga PN Medan lalu memasukkannya ke dalam mobil korban, Toyota Prado BK 77 HD dan meletakkan korban di kursi baris kedua.

Mobil sengaja Dimasukkan ke Jurang

Saat menuju lokasi pembuangan jasad korban, pelaku JP menyetir mobil dan RP mengendarai sepeda motor Honda Vario Hitam di belakangnya. Saat menemukan lokasi yang cocok, mobil diarahkan dalam posisi porseneling D dan mobil diarahkan ke jurang.

Penemuan Jasad Jamaluddin

Warga Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame dikejutkan dengan penemuan mayat di dalam mobil yang terjebak di jurang area kebun sawit, pada Jumat (29/11/2019). Saat ditemukan, korban terbaring di kursi belakang mobil.

Tak satupun warga sekitar yang mengenal sosok pria paruh baya itu. Polisi langsung melakukan olah TKP, dan menduga korban adalah pegawai pengadilan dengan seragam hijau dan logo.

Dari Awal sudah Ditemukan Kejanggalan

Saat ditemukan, tubuh korban terbaring di kursi tengah mobil Toyota Land Cruiser Prado dengan wajah menghadap ke depan. Lokasi penemuan mobil tersebut cukup sulit dijangkau, medannya licin dan curam.

Kepala Desa Suka Rame, Doanta Sinulingga mengatakan kalau pria yang ditemukan tewas tersebut bukan salah satu warganya. Polisi menduga kejadian tersebut merupakan pembunuhan melihat kondisi korban yang tidak wajar.

Kanit Reskrim Polsek Kutalimbaru, Iptu R. Gintung mengatakan, mobil yang dikendarai ringsek karena benturan, dan ada dugaan mobil sengaja dijatuhkan ke jurang.

"Kondisi mobil bagian depan ringsek, ada dugaan mobil sengaja dijatuhkan ke jurang," jelas Ginting, beberapa saat setelah penemuan korban, Jumat (29/11/2019).

Rubrik
Sumber
Merdeka.com

Komentar

Loading...