Arkeolog Temukan Kerangka Terjepit Batu di "Kota Maksiat"

Arkeolog Temukan Kerangka Terjepit Batu di "Kota Maksiat"

BERITAKINI.CO | Kengerian warga kota Pompeii pada tahun 79 Masehi masih bisa dirasakan saat tim arkeolog membuat temuan baru yang sangat dramatis baru-baru ini.

Pada hari Selasa, 28 Mei 2018, tim arkeolog di situs kuno kota Pompeii di Italia menemukan sebuah kerangka dalam posisi yang sangat mengenaskan.

Posisi kerangka tersebut hanya terlihat bagian pinggul ke bawah. Sementara bagian dada hingga kepala tertindih batu besar.

Tim arkeolog menduga kerangka itu adalah warga Pompeii yang mencoba melarikan diri setelah letusan Gunung Vesuvius melenyapkan kota itu selama hampir dua millenium.

Dalam foto yang dirilis tim arkeolog Pompeii, kerangka itu tertindih batu yang sangat besar, yang kemungkinan dilemparkan Gunung Vesuvius saat meletus pada 24 Agustus 79.

Korban, yang diperkirakan berusia di atas 30 tahun, ditemukan dalam keadaan hancur di bagian dada. Tim arkeolog juga tidak menemukan kepala korban.

Mereka mengatakan korban yang diketahui berjenis kelamin pria itu menderita penyakit tulang tibia.

Penyakit ini  yang mungkin menyebabkan dia kesulitan berjalan yang menghambat pelariannya dari amukan Gunung Vesuvius.

Direktur umum situs arkeologi Pompeii, Massimo Osanna, menyebutnya sebagai 'penemuan luar biasa'. Osanna mengatakan penemuan dramatis itu berkontribusi pada 'gambaran sejarah dan peradaban zaman tersebut' secara lebih baik.

Hancurnya kota Pompeii mirip dengan azab yang dialami kaum Nabi Luth AS yaitu penduduk Sodom atau Sadum yang dikisahkan dalam Alquran.

Dituturkan dalam Alquran, penduduk Sodom melakukan maksiat yang belum pernah ada di muka bumi sebelumnya, yaitu praktik homoseks dan lesbian.

Begitu juga dengan penduduk Pompeii pada saat itu yang dikatakan mengamalkan kepercayaan 'Mithra'. Kepercayaan ini meyakini bahwa alat kelamin serta persetubuhan tidak seharusnya dilakukan secara sembunyi.

Diyakini, penduduk sering menggelar perzinaan di rumah-rumah, di jalan-jalan, bahkan hampir setiap rumah menjadi tempat pelacuran.

Tak heran jika Pompeii dijuluki 'kota maksiat' dan diyakini telah menjadi surga bagi kaum homoseksual.

Kota Pompeii yang sudah hilang selama hampir dua millenium secara tak sengaja ditemukan kembali pada 1748.

Sejak itu, temuan-temuan mengejutkan yang menggambarkan betapa bejatnya kehidupan warga kota Pompeii bisa disaksikan.

1. Arkeolog Terharu Saat Lihat Jasad Bocah Membatu Kota Pompeii

Gunung Vesuvius di Yunani mulai 'batuk-batuk' pada tahun 79 Sebelum Masehi. Gunung berapi ini sedang gelisah. Tetapi sebagian besar warga kota Pompeii di bawahnya belum sadar dan masih tenang-tenang saja. Mereka enggan meninggalkan rumah.

Namun, ketika gunung tersebut akhirnya meletus pada bulan November 79 Masehi, kota beserta sebagian besar penduduknya tewas terpanggang oleh semburan gas dan abu yang sangat panas.

Perkiraan jumlah korban bervariasi, tetapi di perkirakan antara 10.000 dan 25.000 nyawa tewas sia-sia dalam peristiwa tersebut.

Seiring berlalunya waktu, warga Pompeii yang tewas membatu dengan tubuh terbungkus abu vulkanik yang mengeras. Posisi tubuh mereka yang tewas menggambarkan kengerian saat abu dan gas panas menutupi kota Pompeii.

Banyak yang ditemukan berkerumun di gudang dan dermaga pelabuhan. Mereka seperti putus asa mencari sisa-sisa kapal yang akan menyelamatkan mereka.

Sementara yang lainnya, yang tak sempat ke dermaga, ditemukan meringkuk di tempat-tempat umum dan rumah-rumah mereka.

Salah satu korban tragedi 2000 tahun yang lalu itu adalah seorang bocah berusia empat tahun. Tubuhnya baru ditemukan oleh arkeolog.

Saat ditemukan, posisi tubuh bocah itu seperti sedang memeluk seseorang yang kemungkinan adalah ibunya. Di sebelahnya, tubuh saudara dan ayahnya yang mengeras karena tertutup abu vulkanik juga ditemukan dalam posisi tergeletak di atas tanah.

Jasad mereka ditemukan dalam rumah yang disebut House of the Golden Bracelet. Arkeolog memperkirakan rumah tersebut adalah salah satu rumah mewah di Pompeii. Sebagian arkeolog menduga keluarga anak itu adalah pemiliknya.

Di zamannya, rumah tersebut diduga sangat indah. Selain lukisan dinding, rumah ini dihias dengan patung-patung terbuat dari perunggu dan batu. Tidak hanya itu, House of the Golden Bracelet juga memiliki sebuah taman besar. Taman tersebut memiliki pemandangan laut yang spektakuler di dekatnya.

Kematian yang dialami keluarga bocah itu tampaknya terjadi seketika. Suhu awan dan batu-batu vulkanik yang melanda Pompeii diperkirakan mencapai 300 derajat Celcius. Suhu setinggi itu mampu mengeraskan bahan organik menjadi semacam karbon dalam sesaat.

Tugas menjaga dan memulihkan tubuh-tubuh korban letusan Gunung Vesuvius menjadi pengalaman emosional bagi staf museum.

"Meskipun terjadi 2000 tahun yang lalu, korbannya adalah satu keluarga. Ini arkeologi kemanusiaan, bukan hanya sekadar arkeologi," kata Stefania Giudice, pengurus Museum Arkeologi Nasional Naples.

"Pekerjaan menangani jasad membatu ini sangat mengharukan, apalagi saat kami menempelkan plester," kata Giudice.

Sisa-sisa jasad keluarga tersebut dan 82 jasad lainnya menjadi pusat pameran baru di Museum Amphitheatre Pompeii yang selalu buka pada akhir pekan.

2. Artefak Pompeii Diklaim Telah Dikutuk

Menurut surat kabar Italia Corriere Della Sera, para wisatawan yang mencuri artefak bersejarah selama berkunjung di Pompeii memutuskan untuk mengembalikannya karena khawatir benda-benda itu dikutuk.

Koran itu mengatakan selama beberapa tahun terakhir, sekitar 100 paket berisi barang-barang dari reruntuhan Pompeii telah dikirim kembali beserta surat. Dalam surat itu, pemilik barang mengaku hidup mereka bermasalah setelah mencuri di tujuan wisata terkenal tersebut.

Massimo Osanna, pengawas arkeologi Pompeii, mengatakan kepada Della Sera bahwa patung-patung kecil, gerabah dan keramik adalah beberapa barang yang dicuri wisatawan dan dikembalikan ke kantornya.

Salah satunya dilakukan oleh seorang pria Spanyol yang mengembalikan beberapa item, termasuk patung perunggu, karena dianggap telah merusak keluarganya.

Paket lain datang dari seorang wanita Inggris yang telah mewarisi genteng yang dicuri orang tuanya yang baru saja meninggal.

Diyakini, Pompeii adalah kota yang dikutuk. Letusan Gunung Vesuvius, yang menyapu kota dan penduduknya itu, terjadi karena para dewa murka setelah legiun Romawi menghancurkan bangunan suci.

Osanna sendiri berencana akan menyelenggarakan pameran tentang benda-benda yang dicuri dan surat yang ditulis oleh wisatawan. Dia ingin agar wisatawan yang lain bisa mengetahui kisah dari benda-benda yang dicuri tersebut.

Sementara itu, empat wisatawan Prancis didakwa mencuri setelah tertangkap saat mencoba mengambil lukisan dinding Pompeii yang terkenal pada pekan lalu, La Repubblica melaporkan.

Rubrik
Sumber
Dream.co.id

Komentar

Loading...