Anti Politik Uang, Partai Islam Aceh Dideklarasikan

Anti Politik Uang, Partai Islam Aceh Dideklarasikan

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Sejumlah politisi mendeklarasikan Partai Islam Aceh (PIA) yang berlangsung di Aula Asrama Haji Embarkasi, Banda Aceh, Sabtu (6/1/2021).

PAI mengusung sejumlah agenda di antaranya anti politik uang.

Sekretaris Jenderal PIA Amiruddin menyatakan, partai lokal itu lahir atas dasar keprihatinan terhadap politik Islam di Indonesia.

“Di mana menurut kami politik Islam digunakan hanya sebatas nama saja,” katanya.

Sedangkan PIA hadir untuk berpolitik sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah.

“Partai ini didirikan dengan mengedepankan asas keislaman dan mencontoh gaya politik Islam yang dikedepankan Rasulullah,” katanya.

"Ada tiga poin kita ke depan dalam dalam partai ini, pertama anti politik uang, tidak akan tampil sebagai oposisi, proaktif dan transparan dalam melakukan advokasi untuk masyarakat.”

Ketua Umum PIA Bustami Usman mengatakan, kini partai tersebut sedang berupaya melengkapi struktur partai di setiap kabupaten/kota di Aceh.

"Saat ini baru lima puluh persen keanggotaan yang ada di kabupaten/kota, selebihnya sedang kita upayakan," kata Usman.

Selain berfokus pada politik Islam, kata Usman, Partai tersebut juga akan berupaya untuk membimbing dan memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana arti Islam yang sebenarnya.

"Selain itu kita juga berupaya masuk kepada sistem Pemerintahan Aceh, supaya nantinya tidak ada riba dalam berpolitik di daerah kita ini," ujarnya.

Usman menambahkan kepengurusan PAI yang dideklarasikan berbeda dengan kepengurusan pada tahun 2017 lalu, di mana pada tahun tersebut PAI dipimpin oleh Hasbi Abdullah.

"Pada 2017 itu dipimpin Pak Hasbi yang hari ini kita naikkan menjadi Ketua Majelis Tinggi partai. Sebagian strukturnya juga sudah berubah,"katanya.

Lanjutnya, PAI juga sudah didaftarkan ke Kemenkumham, sehingga dia menilai tak jadi soal jika dideklarasikan pada hari ini.

Editor
Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...