Anggota DPRK Pidie ini Usul Anaknya Sendiri Jadi Penerima Manfaat Rumah Duafa

Anggota DPRK Pidie ini Usul Anaknya Sendiri Jadi Penerima Manfaat Rumah Duafa

BERITAKINI.CO, Sigli | Anggota DPRK Pidie Tgk Islmail Abubakar terdata mengajukan dua rumah duafa dalam daftar kegiatan pembangunan Kabupaten Pidie 2017 ini menggunakan dana alokasi umum (DAU).

Kedua rumah tersebut berada di Lingkungan Tanjung Harapan, Gampong Kramat Luar, Kecamatan Kota Sigli.

Adapun penerima manfaat rumah tersebut adalah Marthunis dan Mardha. Namun belakangan diketahui, keduanya merupakan anak kandung dari Tgk Ismail.

Hafid, Kepala Lorong Tanjong Harapan yang dikonfirmasi BERITAKINI.CO, Senin (2/10/2017) membenarkan ada pembangunan dua unit rumah di dusun setempat. Dan rumah itu dibangun di tanah milik Tgk Ismail Abubakar.

Mereka mencurigai bahwa rumah tersebut merupakan program rumah duafa dari aspirasi anggota dewan.

Itulah sebabnya, mereka sempat menanyakan langsunghal itu kepada Tgk Ismail.

“Ada informasi rumah itu untuk duafa, makanya kami menanyakan rumah itu kepada Tgk Is, namun dia mengatakan bahwa rumah itu miliknya dan dibangun menggunakan uang pribadi,” kata Hafid.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Pidie, Zulkifli yang dikonfirmasi terpisah membenarkan masuknya dua nama tersebut dalam daftar penerima manfaat rumah duafa dengan nilai anggaran Rp 85 juta per unit pada tahun 2017 ini.

Namun disperkim dalam hal ini mengaku tidak dilibatkan dalam semua proses tersebut, termasuk proses verifikasi terhadap penerima manfaat.

“Pos anggaran saja di perkim, calon penerima manfaatpun dewan yang tunjuk tanpa melibatkan kami untuk verifikasi,” kata Zulkifli.

Namun lanjut Zulkifli, pihaknya siap menghentikan pembangunan rumah tersebut jika ada yang melapor kepada pihaknya melalui geuchik setempat dan pihak kecamatan jika disinyalir tidak tepat sasaran.

“Jika tidak tepat sasaran kami siap menghentikan berdasar laporan kecamatan,” katanya.

Sementara Tgk Ismail yang dikonfirmasi mengakui bahwa memang benar dia mengajukan dua unit rumah duafa melalui program aspirasinya. Dia juga membenarkan dua rumah tersebut rencananya akan dibangun di Lingkungan Tanjong harapan, Kramat Luar.

Namun, hingga saat ini program aspirasinya itu tak kunjung terealisasi. Karena itu, dia membangun rumah tersebut menggunakan dana pribadinya. Realisasi fisik bangunannya pun sudah mencapai 80 persen.

"Sampai saat ini saya belum menarik uang sepeserpun untuk membangun rumah tersebut, dan jika memang tidak bisa, terjadi persoalan dikemudian hari, maka saya akan alihkan untuk membangun pagar lokasi pemakaman umum milik warga Kramat Luar," katanya.(*)

Komentar

Loading...