Anggota DPRK Bener Meriah Bimtek ke Zona Merah

Anggota DPRK Bener Meriah Bimtek ke Zona Merah
Direktur Cempege Institute Khairuddin

BERITAKINI.CO, Redelong | Sejumlah LSM menyoroti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang dilakukan anggota DPRK Bener Meriah ke Medan, Sumatra Utara.

Dikabarkan, bimtek yang gelar di salah satu hotel di Medan itu bekerjasama dengan Universitas Medan Area (UMA). Kegiatan tersebut akan berlangung selama tiga hari, Sejak Rabu, 16 September 2020.

Direktur Cempege Institute, Khairuddin mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan langkah sejumlah anggota DPRK tersebut di tengah kondisi masyarakat yang masih susah.

"Jangan karena berharap SPPD harus memaksakan kegiatan ini sampai ke luar daerah. Jika pun harus digelar, kan digelar di Bener Meriah saja.  Dengan cara ini volumenya bisa dibayarkan lebih sedikit " jelas Khairudin.

Ditambahkan, bimtek yang dilakukan tersebut seoalah–olah telah mengabaikan keadaan masyarakat saat ini.

Belum lagi di tambah kondisi pandemi Covid-19.

“Berbagai macam cara dapat ditempuh, bimtek bisa dilakukan secara online dan DPRK dapat mengundang pemateri atau pihak lainnya untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut,” tegasnya.

“Di saat seperti ini, kita butuh empati, simpati serta hati nurani dari para wakil rakyat itu terhadap kondisi masyarakat sekarang. Rakyat Bener Meriah saat ini sedang susah dan tambah susah ketika DPRK paksakan bimtek keluar daerah.”

Selain itu, Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko) juga menyoroti sikap pimpinan dan anggota DPRK Bener Meriah tersebut.

Pihaknya menilai, seharusnya pimpinan dan anggota DPRK Bener Meriah menahan selera untuk plesiran ke luar daerah yang dikemas dengan acara bimtek.

“Itu kegiatan tidak bermanfaat, di saat pandemi Covid-19, bukan zamannya lagi harus pergi ke daerah yang dituju, cukup dilakukan dengan jarak jauh memanfaatkan teknologi. Jangan gagap teknologi lah,” kata Koordianator Jang-Ko Maharadi, Kamis (17/9/2020).

Ditambahkan, kegiatan yang dilakukan pimpinan dan anggota DPRK tersebut hanya menghambur-hamburkan uang rakyat.

“Itu membutuhkan biaya yang sangat besar. Kegiatan plesiran wakil rakyat itu dikemas dengan kegiatan bimtek hanya menghambur-hamburkan uang saja,” Tambahnya.

Menurutnya, dengan kondisi saat ini, pihak DPRK harus berfikir untuk mengatasi  perekonomian warga, belum lagi harga kopi akan anjlok di puncak raya panen Oktober 2020 mendatang.

“Seharusnya dana plesiran itu bisa dipakai untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi saat ini,” kata Maharadi.

Ia menduga, KEGIATAN Bimtek yang dilakukan pimpinan dan sejumlah anggota DPRK tersebut dilakukan secara diam-diam untuk mengalihkan perhatian publik.

“Ini ada yang aneh, kita akan telurusi kegiatan para wakil rakyat itu di Sumatera Utara. Kami mendesak mereka untuk mempublikasi hasil bimteknya ke masyarakat nantinya, karena uang rakyat yang mereka gunakan,” tegas Maharadi.

“Apa lagi para anggota dewan itu berangkat ke zona merah, dengan penyebaran Covid-19 nya semakin tinggi. Bisa saja menular kepada wakil rakyat Bener Meriah yang ikut dalam kegiatan itu.” | Eri Tanara

Rubrik

Komentar

Loading...