Anggota DPRK Banda Aceh Mahyiddin Dituding Kuasai Mobil Jenazah Milik Gampong Peunayong

Anggota DPRK Banda Aceh Mahyiddin Dituding Kuasai Mobil Jenazah Milik Gampong Peunayong

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Anggota DPRK Banda Aceh dari Partai Gerindra Mahyiddin ditudingi menguasai satu unit mobil minibus jenis Toyota Kijang milik Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam.

Sejatinya mobil tersebut diberikan kepada gampong karena status mobil tersebut merupakan aset desa yang dihibahkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh.

“Kami sangat membutuhkan mobil tersebut untuk keperluan mengantar jenazah warga Peunayong kepemakaman, karena komplek perkuburan warga Peunayong itu di kawasan Neuheun, Aceh Besar,” kata Geuchik Peunayong, Kota Banda Aceh, T Sabri  Harun S.Ag pada BERITAKINI.CO, Sabtu malam (27/72019).

Selain untuk keperluan mengantar jenazah ke pemakaman, mobil tersebut juga akan digunakan untuk mengantar jenazah warga Peunayong yang terkadang pihak keluarga meminta agar jenazah dikebumikan di kampung asalnya di luar Banda Aceh.

“Maka untuk itulah kami sangat memerlukan mobil tersebut. Kami mengharapkan agar Mahyiddin segera menyerahkan mobil tersebut ke gampong,” katanya.

Gampong Peunayong, kata Sabri, juga akan merealisasikan pembangunan klinik gampong. Sejauh ini, sumber daya manusianya sudah siap baik dokter maupun perawat.

“Tentu sangat lengkap jka ada satu unit mobil untuk menjemput dan mengantar warga yang sakit dari rumah ke klinik gampong, maupun untuk dirujuk ke rumah sakit,” katanya.

Sabri mengakui jika hibah mobil tersebut didapat karena memang ada usaha yang dilakukan Mahyiddin sebagai anggota DPRK Banda Aceh.

“Untuk mewujudkan mobil tersebut, pada awal 2019, saya sebagai Geucik Peunayong mengajukan proposal permintaan mobil ambulans kepada Pemko Banda Aceh dan proposal tersebut saya serahkan melalui Mahyiddin,” ungkapnya.

Berawal dari  proposal yang diajukan tersebutlah akhirnya Pemko menyetujui dan menghibahkan satu unit mobil bekas Toyota Kijang kapsul untuk dijadikan ambulance.

“Berita acara serah terima sudah saya tandatangani atas nama Geuchik Peunayaong dan pihak Pemko Banda Aceh,” katanya.

“Setelah menandatangani berita acara serah terima, mobil tersebut diambil oleh Mahyiddin tanpa sepengetahuan saya sebagai Geuchik Peunayong.”

Menurut informasi yang diperoleh Sabri, saat itu Mahyidin menyatakan memakainya sebentar.

“Ternyata mobil tersebut dipakai  oleh Mahyiddin untuk keperluan kampanye kerena Mahyiddin maju untuk kedua kali sebagai calon anggota DPRK Banda Aceh,” katanya.

Bahkan, kata Sabri, mobil tersebut juga sempat dipasang logo Partai Gerindra, namun mendapat protes dari Pemko Banda Aceh.

“Sampai saat ini mobil tersebut tetap dikuasai oleh Mahyiddin,” kata Sabri.

“Baru-baru ini saya pernah bicara kepada Mahyiddin agar mobil tersebut diserahkan ke Gampong Peunayong karena kami sangat membutuhkan, namun jawaban Mahyiddin dia telah mengeluarkan Rp 20 juta untuk mobil tersebut. Saya tidak mengerti uang apa yang dimaksud oleh Mahyiddin, padahal dalam berita acara yang kami tandatangani saat serah terima mobil tersebut, segala biaya yang dikeluarkan untuk keperluan dan kebutuhan mobil tersebut ditanggung oleh Gampong Peunayong.”

Sementara Mahyidin membantah jika dirinya dinyatakan menguasai mobil jenazah tersebut. "Mobil itu justru saat ini sudah sama ketua pemuda gampong, Saimun. Anak muda lah yang bawa ambulans, masa pak geuchik bawa ambulans," kata Mahyidin, Minggu (28/7/2019).

Mahyidin mengakui dia sengaja menyerahkan kepada kepemudaan agar bisa digunakan untuk kepentingan sosial. Karena ada kekhawatiran jika diserahkan kepada geuchik, akan digunakan untuk kepentingan pribadi.

Anggota DPRK Banda Aceh Mahyiddin 

"Jika sama pemuda, bisa digunakan tidak hanya untuk keperluan mengatar jenazah warga gampong, tapi siapa saja boleh menggunakannya. Bahkan hal itu sudah disosialisasikan. Bisa digunakan oleh siapa saja, tidak dipungut biaya. Paling biaya bensin dan honor sopir saja," kata Mahyidin.

Dia juga mengungkapkan bahwa saat menerima hibah dari Pemko Banda Aceh, mobil tersebut dalam keadaan rusak.

"Jadi setelah dihibahkan oleh Pemko, saya perbaiki, habis hampir Rp 20 juta. Karena itu saya merasa wajar menyerahkan kepada orang yang saya anggap berdedikasi terhadap urusan sosial," katanya.

"Jadi tidak untuk pribadi saya, tidak ada saya kuasai."

Mahyidin mengakui jika dalam berita acara hibah memang mobil tersebut diperuntukkan bagi Gampong Peunayong. "Tapi pemuda kan juga bagian dari Gampong Peunayong. Kalau kita serahkan kepada pak geuchik itu sudah pasti tidak jalan, karena dia tidak ada jiwa sosial," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...