Anggota DPRA Kutuk Aksi Penikaman Ustaz di Aceh Tenggara

Anggota DPRA Kutuk Aksi Penikaman Ustaz di Aceh Tenggara

BERITAKINI.CO, Kutacane | Anggota DPRA Nurdiansyah Alasta mengutuk keras aksi penikaman yang menyasar seorang ustaz di Aceh Tenggara.

Dia pun menilai hal itu tak bisa ditolerir dan pelaku harus dihukum tegas sesuai peraturan perundang-undangan.

"Kasus ini harus menjadi prioritas aparat penegak hukum di Aceh Tenggara. Tidak ada kata maaf bagi pelaku yang tega menganiaya seorang ustaz, terlebih saat korban sedang menyampaikan ceramah di depan umat,” kata pria yang sering diisapa DNA ini, Jumat (30/10/2020).

Seperti diketahui, Dedi Aspianto atau yang dikenal dengan Ustaz M Zaid (37) diserang seorang lelaki dengan sebilah pisau di masjid Desa Kandang Mbelang Mandiri, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, Kamis malam.

Polisi telah menangkap pelaku yakni MA (38) warga Desa Lawe Sagu Hulu, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, yang juga pecatan polisi.

DNA mengatakan, hukuman tegas perlu diterapkan agar aksi-aksi seperti itu tak lagi terulang.

Dia juga meminta aparat kepolisian dan masyarakat di Aceh Tenggara benar-benar mengawasi gerak-gerik yang dapat mengancam ulama ketika berdakwah.

“Karena ulama harus mendapatkan rasa aman dan nyaman saat menyampaikan syiar Islam terlebih di Aceh yang merupakan bumi Serambi Mekkah," katanya.

Pecatan Polisi Kasus Narkoba

DPA mengatakan ada hal yang cukup disesali dari peristiwa tersebut di mana pelaku ternyata seorang bekas polisi.

Bahkan informasinya, lanjut DNA, pelaku dipecat karena kasus disersi dan ada dugaan terlibat penyalahgunaan narkoba.

"Kami sangat berharap kepada kapolres Aceh Tenggara lebih serius menindak peredaran gelap narkoba yang semakin merajalela dan itu wajib di tingkatkan demi terciptanya rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat Aceh Tenggara," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...