Anggota DPRA Ini Harap Pemko Sabang Dukung Operasional Bank Konvensional

Anggota DPRA Ini Harap Pemko Sabang Dukung Operasional Bank Konvensional

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Anggota DPRA Wahyu Wahab menyatakan setuju dengan langkah Pemerintah Aceh untuk merevisi Qanun Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

Menurut politisi Partai Daerah Aceh (PDA) ini, terlalu dini untuk menerapkan aturan dengan konsekuensi melarang operasional perbankan konvensional di Aceh.

Baca:

“Qanun LKS melarang beroperasinya bank konvesional per 2021, dan sebenarnya terlalu dini untuk diterapkan secara menyeluruh,” kata Wahyu melalui keterangan tertulis yang diterima BERITAKINI.CO, Jumat (25/12/2020).

Karena itu, kata Wahyu, dia setuju dengan Gubernur Aceh Nova Iriansyah, yang diyakini sedang menyiapkan kajian sebagai syarat mengajukan revisi qanun ke DPRA.

Menurut dia, Nova tentunya telah melakukan observasi mendalam--sebelum memutuskan untuk mengajukan revisi qanun tersebut--termasuk untung ruginya, terutama jika terlalu terburu-buru melaksanakan perintah qanun.

Lihat juga: 

Seperti diketahui, Pasal 65 Qanun LKS menyebutkan Lembaga Keuangan yang beroperasi di Aceh wajib syariah paling lama tiga tahun sejak qanun tersebut diundangkan.

Adapun Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 diundangkan pada 18 Desember 2018 atau pada 2022 semua lembaga keuangan harusnya sudah menerapkan prinsip syariah.

“Ringkasnya seluruh kegiatan operasional perbankan konvensional tidak harus dikeluarkan dari wilayah Pemerintah Aceh secara menyeluruh, dikarenakan kita masih punya Sabang,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, untuk mendorong Sabang menjadi megapolitan district, dia berharap Pemerintah Kota Sabang dengan dukungan BPKS dapat menerima keberadaan serta mendukung operasional kegiatan bank konvensional di wilayah itu.

"Jalan keluarnya ada di pak gubernur dengan dasar hukum UU Nomor 36 dan 37/2000 Tentang BPKS, dan PP 83/2010 Tentang Pelimpahan Kewenangan Pemerintah Kepada Dewan Kawasan Sabang, dan dikuatkan dengan Pergub 17/2004," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...