Ancaman Gajah Liar Kian Meluas di Pidie, Petani ke Kebun Bawa Mercon

Ancaman Gajah Liar Kian Meluas di Pidie, Petani ke Kebun Bawa Mercon

BERITAKINI.CO, Sigli | Keberadaan kawanan gajah liar di kawasan pemukiman warga di Kabupaten Pidie semakin meresahkan.

Jika selama ini kelompok gajah liar kerap wara-wiri di perkebunan warga Kecamatan Mila, Mane, dan Geumpang. Kini kawanan gajah liar juga telah menduduki kawasan pemukiman warga Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse, Pidie.

“Saat ini, sekitar 40 ekor gajah liar berada di Dusut Cot Asan, Gampong Lhok Keutapang, Kemukiman Bangga, Pidie,” kata Muhammad Rizal, anggota Rangger Pela Beungga, Pidie kepada BERITAKINI.CO, Rabu (14/11/2018).

M Rizal menambahkan, upaya penghalaun yang paling efektif dilakukan saat ini yakni dengan menggunakan letusan petasan atau mercon. Bahkan sudah ada sejumlah bantuan mercon diterima pihaknya.

Ledakan dari mercon ternyata dapat membuat satwa dilindungi itu menjauh sementara dari kawasan tersebut.

“Untuk jaga-jaga, petani membawa mercon saat pergi ke kebun,” kata M Rizal.

Baca: Seorang Petani Diamuk Gajah Liar di Pidie, Begini Nasibnya

Informasi yang diperoleh, kata Rizal, belum ada kepastian dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk melakukan penggiringan menggunakan gajah jinak.

“Informasi terakhir, BKSDA kekurangan anggaran untuk menurunkan gajah jinak untuk proses penggiringan satwa bertubuh besar itu ke habitatnya,” kata dia.

Wakil Bupati Pidie, Fadhlulalh TM Daud juga menyempatkan diri menyambangi markas Rangger Pela Beungga.

Baca: Begini Kisah Tewasnya Muslem Diamuk Gajah Liar di Pedalaman Pidie Jaya

Anggota Rangger juga mengusulkan kepada pemerintah agar menggali kanal di jalur perjalanan gajah, kerena lebih efektif menghentikan pergerakan gajah liar.

“Pemerintah Pidie tidak punya anggaran untuk mengatasi konfik tersebut tahun ini, Wabup Pidie bilang akan melakukan koordinasi dengan BKSDA Aceh. Tapi tadi pak wabub juga menyerahkan sedikit bantuan untuk dibeli mercon,” kata M Rizal. 

Rubrik

Komentar

Loading...