Akurasi Rapid Test Sangat Rendah, Rombongan Dewan Bener Meriah Didesak Jalani Swab Test

Akurasi Rapid Test Sangat Rendah, Rombongan Dewan Bener Meriah Didesak Jalani Swab Test
Direktur Cempege Institute Khairuddin

BERITAKINI.CO, Redelong | Direktur Cempege Institute Khairuddin mendesak anggota DPRK dan delapan pendampingnya yang baru kembali dari kegiatan bimbingan teknis (bimtek) di Medan, Sumatara Utara melakukan swab test.

Kendati rombongan dewan tersebut telah menjalani rapid test atau tes cepat dengan hasil non reaktif, tidak menjamin mereka tak terpapar Corona.

“Akurasi rapid test yang menggunakan sampel darah tersebut diketahui hanya di bawah 30 persen,” kata Khairuddin, Senin (21/9/2020).

Sementara swab test menggunakan sampel lendir dari saluran pernapasan dan diperiksa di laboratorium dengan metode PCR, sehingga memiliki hasil yang lebih akurat.

Lihat: Pulang Bimtek di Zona Merah, 20 Anggota DPRK Bener Meriah Dirapid Test

Pada salah satu poin di Keputusan Menteri Keseharan Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, lanjut Khairuddin,  rapid test juga tidak direkomendasikan lagi untuk mendiagnosa orang yang terinfeksi Covid-19.

“Sekwan sebagai mantan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bener Meriah harusnya mengerti tentang peraturan penanganan Covid-19 ini,” ujarnya.

“Seharusnya sekwan menjelaskan kepada rombongan yang mengikuti bimtek bahwa rapid test tidak boleh dijadikan sumber utama sebagai pendeteksi ada tidaknya Covid-19 dalam tubuh seseorang."

Khairuddin mengingatkan bahwa sudah sangat banyak kasus gagal pada rapid test.

"Banyak contoh pasien non reaktif dalam test rapid, tapi positif saat diswab,” tambah Khairuddin.

Terkait hal tersebut, ia meminta gedung DPRK wajib dikosongkan.

“Mereka hari ini, sudah melakukan aktivitas seperti biasa dan tanpa tahapan swab dan kewajiban mengisolasi diri, mereka telah memberikan contoh yang buruk karena tidak mengindahkan peraturan protokol kesehatan yang berlaku,” tegas Khairuddin.

Sementara itu Ketua Komisi A DPRK Bener Meriah Abu Bakar mengatakan, dalam mengikuti bimtek, rombongan dewan telah menerapkan protokol kesehatan.

Menurutnya, rapid test yang dilakukan para anggota DPRK juga menunjukan hasil non reaktif.

“Jika memang hasilnya tadi itu reaktif, maka kami juga meminta mereka harus diswab. Karena atas dasar rapid test tersebut dapat menentukan jika itu memang harus diswab,” kata Abu Bakar.

“Kita setuju jika memang harus diminta diswab, seharusnya orang-orang lain yang baru pulang dari luar daerah baik itu Medan atau pun daerah lain harus juga diminta dilakukan swab. Kalau pihak DPRK sendiri sudah melakukan tahapan.” | Eri Tanara

Rubrik

Komentar

Loading...