Aksi Kriminal Kian Marak di Aceh Tenggara, Anggota DPRA Minta Polisi Lebih Agresif

Aksi Kriminal Kian Marak di Aceh Tenggara, Anggota DPRA Minta Polisi Lebih Agresif
Anggota DPRA Nurdiansyah Alasta

BERITAKINI.CO, Kutacane | Aksi kriminalitas kian marak di Aceh Tenggara, terutama pencurian.

Tak hanya kasus-kasus pencurian di jalanan, tapi juga rumah, tempat ibadah hingga lembaga pendidikan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Nurdiansyah Alasta (DNA) pun meminta Polres Aceh Tenggara untuk lebih agresif, terutama dengan meningkatkan patroli rutin.

Lihat juga: Modus Pura-pura Tanya Alamat, Kawanan Jamret Rampas Handphone Pelajar SMP di Aceh Tenggara

"Masyaraka mulai diresahkan dengan aksi jamret hingga begal yang semakin sering terjadi," kata DNA, Minggu (8/11/2020).

Apalagi dari berbagai informasi yang beredar, umumnya pelaku membawa serta senjata tajam saat melancarkan aksinya, terutama yang berlangsung di jalanan.

Polisi, kata dia, perlu memfokuskan patroli di kawasan atau titik-titik yang sering menjadi tempat tindak pidana tersebut.

Dia juga menduga bahwa kian maraknya aksi kriminal tersebut memiliki tali temali dengan penyalahgunaan narkotika.

Di mana, kata Nurdiansyah, uang hasil pencurian, jamret atau begal, digunakan pelaku untuk membeli narkoba.

"Kami sangat berharap kepada Kapolres AKBP Wanito Eko agar lebih serius dalam menindak peredaran gelap narkoba yang semakin merajalela," katanya.

"Tindakan itu wajib ditingkat demi terciptanya rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat."

Dia juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi mewujudkan rasa aman tersebut karena tugas tersebut tak sepenuhnya bisa dilakukan jika hanya mengandalkan kepolisian.

Rubrik

Komentar

Loading...