Abusyik Hadiri Paripurna, Dewan: Pembangunan Pidie Jalan di Tempat

Abusyik Hadiri Paripurna, Dewan: Pembangunan Pidie Jalan di Tempat

BERITAKINI.CO, Sigli | Dua tahun sudah Bupati Pidie Roni Ahmad dan Wakilnya Fadhullah TM Daud menahkodai Kabupaten Pidie.

Namun sepanjang dua tahun tersebut, kalangan legislatif Pidie belum merasakan apa yang didengungkan terealisasi optimal di lapangan.

Syarifuddin, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Fraksi Gabungan bahkan menuding bahwa pemerintahan dan pembangunan di Pidie masih jalan di tempat.

Dewan menyebutnya dengan istilah belum "meusigrak", salah satu tagline pasangan yang maju lewat jalur independen pada Pilkada 2017 lalu itu.

"Dalam kurun waktu yang sedang berjalan, belum nampak Pidie bermartabat, meusigrak sesuai visi dan misi Roni Ahmad dan Fadhlullah TM Daud," ujar Syarifuddin dalam pandangan fraksi dalam paripurna DPRK Pidie, Selasa (30/7/2019).

Dewan menilai penataan pemerintah dan birokrasi tidak terlihat ada peningkatan, baik pada disiplin pelayanan hingga rencana kerja.

Tingkat kedisplinan yang kurang tersebut diduga akibat kurangnya koordinasi oleh pimpinan daerah dengan satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK).

"Kesannya selama ini, pemerintah dengan SKPK berjalan sendiri-sendiri," ujarnya.

Belum lagi masalah peningkatan kualitas pendidikan dan sumberdaya manusia (SDM) yang relatif masih di bawah terget.

Kondisi yang sama juga terjadi pada pelayanan kesehatan dan kesejahteraan sosial.

Seperti alur kerja di puskesmas yang ribet dan manajeman rumah sakit umum daerah yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat.

"Di Dinas Sosial Pidie malah ada kepala bidang yang tak sejalan atau besinergi. Hal-hal seperti ini perlu ditindak lanjuti, agar tidak menghambat belanja anggaran," ujarnya.

Secara keseluruhan, glee, blang, laot (gunung, sawah dan laut) yang didengung-dengunkan dua pimpinan Pidie itu sebagai simbol pembangunan masih belum terlihat perkembangannya.

Baca: Abusyik Akhirnya Hadir Tanpa Peci Merah ke Gedung DPRK Pidie

Pekebun masih mengeluh soal konflik dengan gajah, kelangkaan pupuk saat musim tanam tiba, dan nelayan mengeluh dengan kekurangan hasil tangkapan.

Rubrik

Komentar

Loading...