Abusyik-Fadlullah Didesak Realisasikan Janji Kampanye

Abusyik-Fadlullah Didesak Realisasikan Janji Kampanye
Jubir JARA Muhammad Nur

BERITAKINI.CO, Sigli | Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh (JARA) mendesak Bupati Roni Ahmad (Abusyik) dan Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud untuk segera merealisasi janji semasa kampanye 2017 lalu.

Jubir JARA Muhammad Nur mengatakan, di penghujung jabatannya, masih banyak janji pasangan kepala daerah yang belum tuntas.

Disektor pendidikan misalnya, Roni Ahmad pernah berjanji bahkan dalam visi-misi nya akan mengimplementasikan pendidikan Islami di sekolah, meningkatkan dan perbaikan kualitas guru, mengembangkan minat baca, menempatkan sumber daya yang sesuai kompetensi dan memiliki inovasi tata kelola bidang pendidikan.

"Program mensantrikan siswa sebagai bagian dari pembinaan ibadah, akidah dan akhlak sebagaimana janjinya belum terlihat hasilnya," kata Muhammad Nur, Sabtu (20/2/2021).

Publik yang ingin mengawal utang janji masa kampanye juga tidak bisa mengakses informasi dinas terkait, mengenai apa saja yang dilakukan selama tiga tahun lebih kepemimpinan Roni Ahmad-Fadhlullah TM Daud.

"Baru-baru ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pidie malah berencana akan menggelar kenduri apam massal di sekolah dengan membebankan biayanya kepada siswa dan  guru," ujarnya.

Belum lagi janji bakal memberikan fasilitas skrining kesehatan sesuai standar kepada semua lapisan penduduk hingga kekecamatan, juga belum terlaksana.

"Kami juga melihat, data dan informasi kesehatan belum terintegrasi dengan pusat kesehatan dan pelayanan kesehatan seperti yang dijanjikan," ujarnya.

Terus janji penyedian dan rehabilitasi rumah korban konflik, korban bencana dan warga miskin yang tidak punya rumah, padahal berhak memperoleh rumah dengan standar rumah layak huni.

Masalah air bersih bagi seluruh warga masyarakat di Kabupaten Pidie juga belum dituntaskan, sebagian warga masih membeli dan mengangkut air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

"Janji memfasilitasi penyediaan air bersih yang standar, sudah sejauh mana realisasinya?" lanjut Muhammad Nur.

Begitu juga dengan janji pemberdayaan dengan memberikan peralatan kerja, peralatan rumah tangga, terpencil, terisolir dan masyarakat disabilitas yang memiliki keahlian.

Manurut akademisi Universitas Serambi Mekkah (USM) tersebut, banyak poin pada visi misi pemerintah saat ini belum terealisasi dan masih perlu kerjasama keduanya guna mengejar ketertinggalan, terutama mengani penyusunan draf Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) tepat waktu, supaya tidak menghambat pembangunan.

"Kami juga belum menemukan transparasi dalam tata kelola pemerintahan saat ini seperti yang dijanjikan, wabsite berbasis sistem pelayanan informasi bublik belum dijalankan SKPK," ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah daerah menyampaikan capian tiga sektor unggulan, Glee, Blang dan Laot (gunung, sawah dan laut) selama tiga tahun terakhir, adakah berbanding dengan ratusan miliar anggaran yang dikeluarkan setiap tahun.

Rubrik

Komentar

Loading...