Abu Malaya, Pria yang Sebut Nova Antek PKI Divonis 1,6 Tahun Penjara

Abu Malaya, Pria yang Sebut Nova Antek PKI Divonis 1,6 Tahun Penjara

BERITAKINI.CO, Sigli | Riki Akbar alias Abu Malaya warga Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya divonis 1,6 tahun penjara karena menghina Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Riki diputuskan terbukti  melanggar Pasal 45 ayat (2) dan Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), menyebar ujaran kebencian dan unsur SARA melalui akun Facebook Abu Malaya. 

Kepala Kejaksaan Negeri Pidie Jaya melalui Kasi Pidum, Dedy Syahputra, Rabu (19/5/2021) menyebutkan, vonis yang dijatuhi majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Meureudu sama seperti tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

JPU sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara 1,6 tahun dan denda Rp 200 juta, subsider dua bulan penjara. 

"Tuntutan dengan putusan sama yakni 1,6 tahun penjara dan kami masih pikir-pikir, karena terdakwa juga menyatakan pikir-pikir terhadap putusan tersebut," kata Dedy Syahputra. 

Sebelumnya, Riki Akbar ditangkap Satreskrim Polres Pidie Jaya karena menyebar ujaran kebencian sebagaimana diatur dalam pasal Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 sebagaimana telah dirubah dengan UU Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). 

Riki ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran fitnah dengan postingan "Plt Gubernur Antek PKI" diakun media sosial Facebook @Abu Malaya. 

Dalam proses penyiapan berkas oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk dilimpahkan ke Pangadilan Negeri (PN) Meureudu, Riki sempat kabur dari sel isolasi saat dicurigai terinfeksi Covid-19.

Tapi dia kembali ditangkap tim tangkap buron (tabur) Kejari dan Intelkam Polres Pidie Jaya di kediaman orang tuanya di Gampong Meue Kecamatan Trieng Gadeng, Kaupate Pidie Jaya, Rabu (24/3/2021).

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...