Abdulrahman yang Tewas Dalam Kontak Tembak di Aceh Utara Ternyata Peneror Sekolah SD

Abdulrahman yang Tewas Dalam Kontak Tembak di Aceh Utara Ternyata Peneror Sekolah SD

BERITAKINI.CO, Lhokseumawe | Abdulrahman alias Tentra Raman, pria yang tewas dalam kontak tembak dengan aparat kepolisian di Sawang, Aceh Utara pada Minggu malam, 1 Desember 2019, ternyata memiliki catatan kriminal.

Polisi mengungkap bahwa Tentra Raman adalah peneror salah satu sekolah dasar di Sawang. Dia juga terlibat dalam kasus pemerasan.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang mengatakan, pada 23 November 2019 lalu, Tentra Raman sempat meletakkan benda yang diduga bom rakitan di SD 17 Kecamatan Sawang.

"Informasi yang kita peroleh, tujuannya agar guru di sekolah itu hanya mengajarkan mata pelajaran agama saja, tidak boleh pelajaran lainya,” kata Indra, Selasa (3/12/2019).

Pada Senin, 25 November 2019,kata Indra, sekitar pukul 00:00 WIB, telah terjadi pembakaran sejumlah fasilitas di SD 17 tersebut.

Tak hanya itu, kata Indra, Tentra Raman juga melakukan teror di akun Facebook bernama Armada Aceh Aceh, dengan bentuk pengancaman terhadap TNI dan Polri.

"Dia menyatakan akan menembak seluruh anggota keluarga TNI POLRI yang ada di Aceh, meski saudaranya sekalipun,” kata Indra.

Karena telah meresahkan masyarakat, kata Indra, Polda Aceh membentuk tim gabungan bersama Polres Lhokseumawe.

"Kita bergerak melakukan penangkapan terhadap tersangka pada 1 Desember 2019. Tim tiba di lokasi pada pukul 18:30 WIB. Kita melakukan penyergapan di  sebuah rumah di Desa Punteut, Kecamatan Sawang.

“Saat itu kita mengintai dan melihat dia datang membawa senjata rakitan, mengenakan rompi, saat kita melakukan penangkapan tersangka berusaha menembak ke arah petugas, dan terjadi kontak senjata antara petugas dan tersangka," katanya. Namun Tentra Raman akhirnya berhasil dilumpuhkan. Dia tewas di tempat setelah diterjang peluru petugas.

"Keesokan harinya, kita melakukan penggeledahan terhadap markasnya, yang tak jauh dari lokasi kejadian, setelah kita melakukan penyelidikan, ternyata ada tiga tempat kita temukan barang bukti, lokasi pertama kita menemukan satu granat nanas aktif, lokasi kedua kita menemukan bom rakitan yang ditanam, dan lokasi ketiga kita juga menemukan bom rakitan juga, setelah itu kita serahkan semua bom kepada tim Jimob untuk sterilisasi.”

Rubrik

Komentar

Loading...